Upacara Kematian Suku Asmat Yang Tak Biasa
- 03 Mei 2024 06:16 WIB
- Bovendigoel
KBRN, Boven Digoel: Keberagaman suku dan budaya yang dimiliki oleh setiap daerah di Indonesia sangatlah beragam. Keunikan serta Keberagaman inilah yang menjadi ciri khas tiap Daerah. Salah satu yang menjadi sorotan yakni budaya upacara kematian suku Asmat.
Suku Asmat merupakan salah satu suku yang ada Provinsi Papua Selatan, suku ini melekat dengan ukiran kayunya yang unik. Suku asmat mendiami wilayah pantai, laut Arafuru dan pegunungan Jayawijaya. dan sagu menjadi makanan pokok suku yang satu ini.
Dilihat dari adat istiadat, proses kehidupan yang mereka jalani sama seperti masyarakat pada umumnya yakni, pernikahan, kehamilan, kelahiran dan kematian. Namun dari proses kehidupan normal yang dijalani ini, tersimpan Fakta Menarik tentang Kematian.
Upacara adat Papua salah satunya yang di kenal dengan kematian Suku Asmat terdapat beberapa proses yang tak biasa didalamnya. dilansir dari Gramedia Blog terdapat beberapa keunikan diantaranya,
1. Masyarakat Suku Asmat yang meninggal dunia, biasanya tidak mengubur mayatnya. Mereka meletakan mayatnya dalam perahu lesung dengan dibekali sagu dan dibiarkan hanyut ke laut hingga membusuk.
2. Setelah mayat menjadi tulang belulang barulah masyarakat Asmat menyimpannya di atas kayu. Dan tengkorak dari mayat tersebut dijadikan sebagai bantal oleh keluarga yang ditinggalkan.
3. Pandangan masyarakat Suku Asmat terhadap kematian pun berbeda. Mereka meyakini kematian sebagai penanda adanya roh jahat. Maka ketika ada orang sakit mereka tidak memberikan obat atau makanan. Melainkan mereka membuat pagar dari pohon nipah
4. Pohon Nipah sendiri dipercayai oleh masyarakat Suku Asmat sebagai pengusir roh jahat yang mengganggu orang sakit.
5. Setelah meninggal orang yang sakit, barulah mereka berebutan untuk memeluk dan menggulingkan badannya di lumpur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....