BMKG: Pantauan Sebaran Titik Panas Wilayah Boven Digoel 28 September 2026
- 28 Sep 2026 15:32 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi titik panas atau hotspot untuk wilayah Kabupaten Boven Digoel. Informasi yang disampaikan Prakirawan Eka Alfred Sagala, S.Tr., M.Han., ini mencakup periode 27 September 2026 pukul 02.00 WIT hingga 28 September 2026 pukul 01.00 WIT.
Menurut BMKG, pemantauan titik panas dilakukan menggunakan sensor VIIRS dan MODIS yang terpasang pada satelit polar NOAA20, S-NPP, TERRA, dan AQUA. Sensor tersebut mendeteksi perbedaan suhu permukaan yang mencolok dibandingkan area di sekitarnya. Anomali suhu ini menjadi salah satu indikator awal adanya kebakaran hutan dan lahan.
BMKG mencatat observasi dilakukan pada siang dan malam hari, mengikuti waktu lintasan masing-masing satelit. Meski demikian, titik panas di wilayah yang tertutup awan atau berada pada blank zone tidak selalu dapat terdeteksi. Kondisi itu membuat hasil pantauan satelit perlu dibaca sebagai informasi yang tidak selalu menggambarkan kondisi menyeluruh di lapangan.
Seiring informasi tersebut, masyarakat dan instansi pemerintah yang berwenang di Boven Digoel diminta meningkatkan kewaspadaan. Kesiapsiagaan dinilai penting untuk menekan risiko kerugian akibat sebaran titik panas, terutama di kawasan yang rawan terbakar.
Berikut lampiran data hotspot (titik panas) yang terpantau di wilayah Kabupaten Boven Digoel:
- Tingkat kepercayaan Rendah: 6 titik
- Tingkat kepercayaan Sedang: 170 titik
- Tingkat kepercayaann Tinggi: 4 titik
BMKG juga mengingatkan publik agar rutin memperbarui informasi hotspot dari BMKG setempat. Pembaruan data ini dapat menjadi acuan dalam langkah antisipasi dan penanganan dini. Informasi ini diharapkan menjadi perhatian semua pihak agar dampak yang lebih luas dapat dicegah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....