Ketua Ikatan Perempuan Wambon Akui Jalankan Organisasi Penuh Tantangan

  • 22 Sep 2026 06:47 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Ketua Ikatan Perempuan Wambon mengakui, menjalankan sebuah organisasi selama satu tahun tidak selalu berjalan mudah. Berbagai pengalaman, baik suka maupun duka, menjadi bagian dari proses yang harus dihadapi pengurus dan anggota dalam membangun organisasi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Ikatan Perempuan Wambon Evelince Amotey, S.Pt.,M.AP, dalam sambutannya pada syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Ikatan Perempuan Wambon, Sabtu 19 September 2026.

Ia mengatakan, perjalanan organisasi selama satu tahun memberikan berbagai pengalaman bagi pengurus dan anggota. Tidak semua kegiatan dapat berjalan sesuai harapan, sehingga diperlukan kesabaran, komitmen dan kerja sama dalam menghadapi setiap kondisi.

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan sumber pendanaan. Organisasi belum memiliki sumber dana tetap untuk menunjang seluruh kegiatan, sehingga dukungan dan partisipasi anggota masih menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program.

"Organisasi itu memang ada enak dan tidak enaknya. Karena organisasi kami ini bukan organisasi yang mempunyai biaya tetap. Karena itu, kita membutuhkan dukungan dan kerja sama dari seluruh anggota agar setiap kegiatan dapat berjalan dengan baik," ungkapnya.

Menurutnya, berbagai tantangan tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran dalam menjalankan organisasi. Kondisi yang dihadapi justru menjadi pengalaman bagi pengurus dan anggota untuk semakin memahami tanggung jawab masing-masing.

Ia mengajak seluruh anggota untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, tetapi tetap menjaga semangat dan kebersamaan dalam menjalankan organisasi.

"Keterbatasan bukan menjadi alasan untuk berhenti. Dengan komitmen, pengorbanan dan semangat kebersamaan, kita bisa terus menjalankan organisasi dan mewujudkan program-program yang sudah direncanakan."jelasnya

Melalui momentum HUT ke-1, Ketua Ikatan Perempuan Wambon berharap berbagai pengalaman selama satu tahun dapat menjadi pembelajaran untuk memperkuat organisasi ke depan.

Ia mengajak seluruh anggota untuk tetap saling mendukung dan bergandengan tangan, sehingga berbagai suka dan duka yang dihadapi dapat dilalui bersama dan organisasi semakin berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....