Pemantauan Sebaran Titik Panas Boven Digoel 15 September 2026
- 15 Sep 2026 15:49 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Berdasarkan pemantauan satelit periode 14 September 2026 pukul 02.00 WIT hingga 15 September 2026 pukul 01.00 WIT, wilayah Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, tidak terdeteksi adanya titik panas (hotspot) atau anomali suhu panas yang mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan.
Informasi yang dirilis Stasiun Meteorologi Kelas III Tanah Merah dengan nomor B/ME.02.03/58/KTMH/IX/2026 tersebut menyebutkan, hasil deteksi menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar NOAA20, S-NPP, TERRA, dan AQUA menunjukkan nihil sebaran titik panas di seluruh kecamatan di Boven Digoel. Data tabel jumlah hotspot juga mencatat angka nol untuk kategori kepercayaan rendah, sedang, maupun tinggi.
Prakirawan Tiar Novan Haidar, S.Tr., dalam keterangannya menjelaskan bahwa deteksi hotspot dilakukan dengan membandingkan anomali suhu panas suatu lokasi terhadap lingkungan sekitarnya. Observasi berlangsung pada siang dan malam hari untuk masing-masing satelit. Meski demikian, Ia mengingatkan bahwa wilayah yang tertutup awan atau berada pada blank zone tidak dapat terdeteksi, sehingga potensi titik panas tetap perlu diantisipasi.
"Kendati hasil pemantauan nihil, masyarakat dan instansi pemerintah berwenang diimbau untuk selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak kerugian dari sebaran titik panas," ujar Tiar.
Ia juga mengimbau warga untuk memantau perkembangan informasi hotspot dari BMKG setempat secara berkala. Langkah ini dinilai penting agar potensi kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sedini mungkin, terutama pada musim kemarau yang rentan memicu perluasan titik api.
Informasi nihilnya titik panas ini disampaikan agar dapat diantisipasi oleh seluruh masyarakat, dan diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.
Dengan status nihil hotspot ini, kondisi udara di wilayah Boven Digoel relatif aman dari dampak asap kiriman. Namun kewaspadaan tetap menjadi kunci utama mengingat dinamika cuaca dan kondisi lahan gambut yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....