HUT ke-81 RRI Jadi Momentum Perkuat Peran sebagai Media Publik

  • 15 Sep 2026 14:04 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID.Boven Digoel–Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Radio Republik Indonesia (RRI) pada 11 September 2026 menjadi momentum untuk kembali mengingat dan memperkuat nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Prasetya RRI.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama LPP RRI I Hendrasmo dalam pidatonya yang dibacakan Kepala LPP RRI Boven Digoel, Paulus Bunu’ Rombe, pada upacara peringatan HUT ke-81 RRI di Boven Digoel.

Hendrasmo mengatakan, peringatan HUT RRI menjadi momentum bagi seluruh angkasawan dan angkasawati untuk kembali meneguhkan keberpihakan RRI terhadap kepentingan negara serta empat konsensus kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan mengusung tema “Suara Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, RRI, kata dia, harus terus hadir sebagai media publik yang mengedukasi masyarakat, memperkuat kontrol sosial serta menjadi sumber informasi yang akurat, terpercaya dan mencerdaskan.

“RRI harus terus hadir sebagai media publik yang mengedukasi masyarakat, memperkuat kontrol sosial, serta menjadi sumber informasi utama yang akurat, terpercaya dan mencerdaskan, guna mewujudkan cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur,” demikian isi pidato tersebut.

Memasuki usia 81 tahun, RRI dituntut terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Transformasi, menurut Hendrasmo, bukan lagi sekadar pilihan, tetapi menjadi kebutuhan agar RRI tetap relevan, dipercaya dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Transformasi tersebut mencakup program siaran dan konten, infrastruktur hingga tata kelola kelembagaan.

Dalam lima tahun terakhir, berbagai transformasi telah dilakukan dan menjadi pijakan bagi RRI untuk terus berkembang. Salah satunya melalui rebranding serta penguatan kehadiran RRI di berbagai platform digital.

Menurut Hendrasmo, penggunaan font pada logo RRI yang lebih kecil merupakan simbol kerendahan hati sekaligus pesan bahwa RRI harus lebih mendekatkan diri kepada audiens.

“Kita mau menyampaikan pesan bahwa saat ini RRI yang harus mendekati audiens, bukan audiens yang mendekati RRI,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran RRI secara multiplatform merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan informasi dan hiburan kepada masyarakat.

Sepanjang 2025, portal rri.co.id tercatat mencapai 78,51 juta pengunjung dan 45,37 juta pembaca. Sementara aplikasi RRI Digital mencapai 337.195 pengguna, layanan streaming RRI mencapai 107,4 juta hits dan interaksi media sosial mencapai 23,37 juta interaksi.

Menurutnya, angka tersebut bukan sekadar statistik, tetapi menjadi gambaran meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap RRI yang harus terus dijaga dan ditingkatkan.

Selain transformasi digital, RRI juga terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan, di antaranya pelatihan manajerial, multiplatform, belanja ide, pembelajaran mandiri di tingkat satuan kerja serta uji kompetensi wartawan dan penyiar.

Hingga saat ini, lebih dari 1.200 karyawan RRI telah mengikuti uji kompetensi tersebut.

Dari sisi produksi konten, sepanjang 2025 RRI menghasilkan 103.705 berita melalui rri.co.id maupun radio. RRI juga melibatkan lebih dari 34 ribu kelompok masyarakat dalam berbagai aktivitas siaran, baik sebagai narasumber, peserta dialog maupun kontributor.

Meski jumlah produksi konten terus meningkat, Hendrasmo menegaskan RRI tidak boleh hanya mengejar kuantitas, tetapi harus memastikan setiap karya memiliki kualitas dan memberikan dampak bagi masyarakat.

“Karena kita ingin RRI kuat, menjadi hub masyarakat, menjadi sumber informasi yang kredibel bagi masyarakat di tengah derasnya arus informasi dan disinformasi,” katanya.

Dukung Program Prioritas Nasional

RRI juga terus memperkuat kontribusinya terhadap berbagai program prioritas nasional. Pada 2025, RRI mengangkat 18 tema siaran prioritas, di antaranya ekonomi kreatif, UMKM, ekonomi digital, ketahanan pangan, pendidikan berkualitas, kesehatan, lingkungan hidup, investasi, hilirisasi, literasi digital dan bela negara.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa RRI tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pembangunan nasional dengan memberikan ruang kepada masyarakat untuk memahami, berpartisipasi dan memperoleh manfaat dari berbagai kebijakan pembangunan.

Sebagai media publik, RRI juga memberikan perhatian terhadap pembangunan masyarakat yang inklusif, termasuk isu moderasi beragama, kesiapsiagaan bencana, pengarusutamaan gender, pendidikan, kesehatan, penyandang disabilitas, olahraga serta berbagai persoalan sosial lainnya.

RRI berkomitmen memastikan masyarakat di wilayah 3T, perbatasan, penyandang disabilitas dan kelompok masyarakat dengan keterbatasan akses informasi tetap memperoleh layanan informasi publik.

Perluas Jangkauan dan Perkuat Infrastruktur

Dalam memperluas layanan penyiaran, pada 2025 RRI telah membangun enam lokasi pemancar FM baru, yakni di Meiji-Abou, Sibolga, Surakarta, Palangkaraya, Mamuju dan Tahuna.

Penguatan tersebut menjadi bagian dari komitmen RRI untuk menghadirkan layanan informasi publik hingga wilayah terdepan, terluar dan tertinggal.

Di sisi lain, transformasi penyiaran digital terus dilakukan melalui penguatan jaringan DAB+ dan DRM sebagai bagian dari persiapan menghadapi masa depan penyiaran yang lebih modern, efisien dan berkualitas.

Pada sektor infrastruktur, optimalisasi pemancar RRI sepanjang 2025 mencapai 84 persen atau melampaui target 80 persen. Dari 768 unit pemancar yang dikelola, sebanyak 648 unit atau 84 persen berada dalam kondisi berfungsi.

Penguatan infrastruktur tersebut juga diikuti dengan peningkatan konektivitas jaringan dan pusat data guna mendukung keberlangsungan layanan digital RRI.

Perkuat Tata Kelola dan Akuntabilitas

Hendrasmo mengatakan, transformasi RRI juga dilakukan melalui peningkatan tata kelola dan akuntabilitas birokrasi.

Pada 2025, nilai reformasi birokrasi RRI mencapai 78,44 dengan kategori BB atau sangat baik. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2021, dengan peningkatan sebesar 22,80 poin.

Sementara itu, nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) pada 2025 mencapai 62,79, meningkat dibandingkan 2024 yang berada pada angka 61,48.

Dalam pengelolaan keuangan, RRI juga berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama lima tahun berturut-turut, mulai 2021 hingga 2025.

RRI juga mempertahankan predikat sebagai Badan Publik Informatif selama tiga tahun berturut-turut, yakni 2023, 2024 dan 2025. Pada 2025, nilai keterbukaan informasi publik RRI mencapai 97,35.

Hendrasmo menegaskan, berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran RRI, termasuk kepala satuan kerja, angkasawan dan angkasawati di seluruh Indonesia.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, lembaga negara, akademisi, dunia usaha, komunitas, seniman, budayawan dan masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan RRI.

Namun, capaian tersebut tidak boleh membuat RRI berpuas diri. Perubahan teknologi, perilaku masyarakat, persaingan antarmedia serta perkembangan platform digital menuntut RRI untuk terus bergerak lebih cepat.

“Di hari ulang tahun RRI ke-81 ini, mari kita hadirkan RRI yang semakin dekat dengan masyarakat, semakin kuat sebagai media publik, semakin adaptif terhadap teknologi dan semakin besar kontribusinya bagi Indonesia,” ujar Hendrasmo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....