Ikatan Perempuan Wambon Gelar Donor Darah di RSUD Boven Digoel
- 11 Sep 2026 15:07 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID.Boven Digoel–Ikatan Perempuan Wambon Kabupaten Boven Digoel bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Boven Digoel menggelar aksi sosial donor darah sukarela, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Ikatan Perempuan Wambon yang akan diperingati pada 19 September, sekaligus menyambut HUT ke-81 TNI.
Aksi kemanusiaan yang berlangsung di RSUD Boven Digoel sejak pagi hari itu mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Kabupaten Boven Digoel. Antusiasme masyarakat dan peserta terlihat dalam kegiatan yang bertujuan membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi pasien yang membutuhkan.
Sebanyak 16 orang tercatat sebagai pendonor pada tahap awal. Jumlah tersebut bertambah setelah Bupati Boven Digoel, Roni Omba, turut mengambil bagian sebagai pendonor, sehingga total peserta yang menyumbangkan darah mencapai 17 orang.
Keikutsertaan Bupati dinilai menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap kegiatan kemanusiaan sekaligus memberikan contoh kepada masyarakat mengenai pentingnya kepedulian dan kesediaan membantu sesama melalui donor darah.
Ketua Ikatan Perempuan Wambon Kabupaten Boven Digoel, Evilince Amotey, menyampaikan apresiasi kepada pihak RSUD Boven Digoel yang telah mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan donor darah tidak hanya menjadi bagian dari peringatan hari ulang tahun organisasi, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi pelayanan kesehatan di Boven Digoel, khususnya terkait ketersediaan darah bagi pasien.
Evilince mengatakan, pihaknya masih prihatin dengan kondisi di lapangan karena kebutuhan darah bagi pasien di RSUD Boven Digoel sering kali belum dapat dipenuhi secara cepat ketika stok darah terbatas.
Karena itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten Boven Digoel bersama RSUD dapat memberikan perhatian serius terhadap penyediaan bank darah yang memadai.
“Harapan kami, pemerintah daerah dan RSUD dapat membangun sistem bank darah yang baik, sehingga ketika ada pasien yang membutuhkan darah, tidak lagi kesulitan mencari pendonor dan pelayanan kepada pasien dapat berjalan lebih cepat,” ujar Evilince
Ia menilai keberadaan bank darah yang memadai sangat penting bagi daerah seperti Boven Digoel yang memiliki tantangan geografis dan berada di wilayah perbatasan.
Selain persoalan bank darah, Ikatan Perempuan Wambon juga mendorong penguatan kelembagaan Palang Merah Indonesia (PMI) di daerah agar dapat berperan lebih aktif dalam mendukung ketersediaan darah serta kegiatan kemanusiaan.
Menurut Evilince, PMI perlu diperkuat baik dari sisi kelembagaan maupun kepemimpinan, sehingga dapat menjalankan fungsi pelayanan kemanusiaan secara lebih optimal dan mampu membantu menjawab kebutuhan darah masyarakat.
“Kami juga berharap PMI dapat lebih aktif dan hadir di tengah masyarakat, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan,” katanya.
Di sisi lain, ia meminta pemerintah daerah terus memberikan perhatian terhadap peningkatan fasilitas dan peralatan kesehatan di RSUD Boven Digoel. Peningkatan sarana dan prasarana dinilai penting untuk mendukung kenyamanan, keselamatan, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain kegiatan donor darah, rangkaian peringatan HUT ke-1 Ikatan Perempuan Wambon juga diisi dengan kegiatan pelatihan kepemimpinan perempuan dan syukuran bersama.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi untuk memperkuat peran perempuan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan di daerah.
Evilince menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendonor yang telah secara sukarela menyumbangkan darahnya. Menurutnya, setetes darah yang disumbangkan dapat memberikan harapan dan membantu menyelamatkan nyawa pasien yang membutuhkan.
Ia juga mengapresiasi Bupati Boven Digoel yang menyempatkan diri hadir dan ikut mendonorkan darah di tengah kesibukannya sebagai kepala daerah.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi momentum untuk membangun gerakan donor darah secara berkelanjutan di Boven Digoel.
Ikatan Perempuan Wambon berharap sinergi antara organisasi masyarakat, pemerintah daerah, RSUD dan PMI dapat terus diperkuat, sehingga persoalan keterbatasan stok darah di Boven Digoel dapat ditangani secara lebih terencana dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....