Dinas Perpustakaan Usulkan Fungsi Perpustakaan Bertambah Jadi Lima

  • 19 Agt 2026 19:06 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID.Boven Digoel- PLT Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Boven Digoel, Ir.Fahrudin Isnanto, mengusulkan penambahan fungsi perpustakaan dari yang semula empat menjadi lima, dengan tambahan fungsi ekonomi. Usulan ini disampaikannya dalam kegiatan Lomba Duta Baca Berjenjang Tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK yang berlansung Rabu 19–20 Agustus 2026 di Tanah Merah.

Fahrudin menjelaskan bahwa selama ini fungsi perpustakaan yang dikenal secara umum mencakup empat hal, yaitu fungsi edukasi atau pendidikan, fungsi informasi, fungsi budaya, dan fungsi rekreasi. Namun pihaknya mendorong adanya fungsi kelima yang belum tertuang dalam undang-undang, yakni fungsi ekonomi.

"Kami dorong dari daerah, kemarin sudah sampai ke pusat, jadi fungsi perpustakaan yang awalnya empat, kita dorong jadi lima, ada fungsi ekonomi. Makanya kami selalu menyampaikan, dengan literasi kita tingkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Isnanto,Rabu 19 Agustus 2026

Ia menjelaskan alasan utama penambahan fungsi ekonomi tersebut, salah satunya berkaitan dengan hak cipta karya masyarakat Papua. Menurutnya, katalog karya orang Papua di Perpustakaan Nasional masih sangat minim, padahal potensinya sangat besar dari segi budaya, adat istiadat, tarian, kerajinan, hingga keragaman suku.

"Kami kemarin sempat ke Perpustakaan Nasional, didampingi Bapak Kepala Dinas. Katalog di Perpustakaan Nasional itu untuk karya-karya Papua masih sangat minim. Padahal mestinya potensinya banyak sekali," katanya.

Melalui fungsi ekonomi ini, pihaknya mendorong pelajar, pendamping, dan seluruh masyarakat untuk berkarya melalui tulisan maupun karya lainnya, lalu mendaftarkannya ke Perpustakaan Nasional agar mendapatkan hak cipta, yang pada akhirnya dapat menghasilkan royalti. Selain itu, perpustakaan juga dapat menjadi sumber informasi untuk mengembangkan berbagai potensi ekonomi masyarakat, mulai dari resep makanan khas seperti papeda, hingga pembuatan kerajinan tangan dan kajian pengembangan usaha.

"Mau bikin papeda yang enak, lewat perpustakaan ada buku membuat papeda yang enak. Mau bikin kerajinan yang bagus, lewat perpustakaan ada buku yang mencatat bagaimana kerajinan yang bagus. Jadi kita dorong sekali lagi, kita menjadi bagian pilar pendukung secara nasional, bahwa ke depan fungsi perpustakaan di samping empat yang ada di undang-undang, kita dorong menjadi lima, ada fungsi ekonomi, karena dengan ekonomi kita menjadi bergerak dan sejahtera," ucap Isnanto

Selain menyampaikan usulan fungsi perpustakaan, Fahrudin juga menyampaikan harapan terkait pemerataan pelaksanaan program perpustakaan ke seluruh wilayah kabupaten. Ia mengakui bahwa selama ini program belum sepenuhnya menyentuh distrik-distrik yang jauh, yang disebabkan faktor ketersediaan dana.

"Program yang selama ini belum bisa menyentuh kepada distrik yang jauh, alasannya faktor ketersediaan dana. Makanya ke depan kami usulkan, kalau misalkan tahun ini ada tiga distrik terdekat, ke depan dikemas satu distrik yang jauh, sehingga ada pemerataan program, bahkan juga termasuk OPD lain," ujarnya.

Ia berharap ke depan, jika dana terbatas, program cukup dilaksanakan di satu distrik yang jauh agar daerah terpencil juga mendapatkan perhatian yang sama dengan daerah yang lebih dekat ke pusat kabupaten.

"Kalau program itu memang dana tidak cukup untuk tiga distrik, satu distrik tapi yang jauh kita laksanakan program, sehingga ada pemerataan demikian. Sekali lagi mohon maaf atas kekurangan," ujar plt Kadis Perpustakaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....