Arti Kemerdekaan : SD Alam Anugerah Terindah Rindukan Sekolah Inklusif
- 19 Agt 2026 04:21 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Gempita perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 bergema di seluruh penjuru tanah air. Namun, makna kemerdekaan tak sebatas lepas dari belenggu penjajahan masa lalu. Bagi masyarakat dan pendidik di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, khususnya di SD Alam Anugerah Terindah, merdeka memiliki arti yang jauh lebih luas yakni, hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan setara bagi semua anak, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus (inklusif).
Hingga saat ini, SD Alam Anugerah Terindah menjadi salah satu lembaga pendidikan yang ditunjuk sebagai sekolah inklusif di Boven Digoel. Meski demikian, pihak sekolah masih menghadapi keterbatasan fasilitas pendukung, seperti ketiadaan ruang kelas khusus, tenaga guru pendamping, hingga tenaga medis dan psikolog anak.
Kepala Sekolah Yayasan Anugerah Terindah, Fenina Ester Raunsay, mengungkapkan bahwa sekolah tetap bergerak dengan segala keterbatasan demi merangkul anak-anak istimewa tersebut. "Sejauh ini kami tetap mendampingi mereka, sebab jika bukan ke sini, mereka mau ke mana lagi? Siapa yang mau mendampingi mereka?" ujar Fenina.
Fenina juga menekankan pentingnya penerimaan lingkungan dan peran aktif orang tua. Menurutnya, anak-anak dengan kebutuhan khusus justru akan lebih percaya diri dan mampu mengembangkan potensinya apabila diterima dengan hangat di lingkungan sekitar.Ia juga berpesan agar para orang tua yang dikaruniai anak istimewa tidak merasa minder atau menganggap keberadaan anak sebagai beban.
"Jangan merasa ini sebuah kekurangan. Bapak dan Ibu justru diberikan berkat luar biasa oleh Tuhan untuk mendampingi anak-anak ini. Jika melihat kondisi anak, segera lakukan penanganan dan konsultasi, jangan berlarut-larut hingga akhirnya terlambat," tegasnya.
Disisilain melihat kondisi di lapangan, pihak yayasan mendorong dinas terkait, seperti Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel, untuk memeberikan ruang dan perhatian khusus untuk anak-anak inklusif. Secara khusus harapan ia sampaikan untuk Pemerintah agar segera membangun sekolah khusus inklusuf di Kabupaten Boven Digoel dan Dukungan untuk menghadirkan tenaga kesehatan, psikolog, serta guru pendamping khusus (GPK).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....