BMKG: Musim Kemarau Berpotensi Meningkatkan Risiko Gangguan Kesehatan
- 04 Agt 2026 17:12 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel — Musim kemarau yang tengah berlangsung di Kabupaten Boven Digoel tidak hanya berdampak pada menurunnya curah hujan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. Salah satu dampak yang perlu diwaspadai adalah semakin terbatasnya ketersediaan air bersih.
Prakirawan Cuaca BMKG Tanah Merah, Rizky Syahputra, S.Tr.Met., menjelaskan bahwa dampak musim kemarau terjadi secara berantai. Kondisi ini berawal dari berkurangnya sumber air bersih yang kemudian dapat memicu timbulnya berbagai gangguan kesehatan di masyarakat. Hal ini dijelaskannya saat ia menjadi narasumber pada Dialog Kentongan di RRI Boven Digoel, Kamis 30 Juli 2026.
Ia menambahkan bahwa peningkatan suhu udara selama musim kemarau juga berpotensi mempercepat pertumbuhan bakteri dan kuman, sehingga risiko penyakit menjadi lebih tinggi, terutama di lingkungan dengan sanitasi yang kurang memadai.
“Ketika air bersih mulai sulit didapatkan, penyakit seperti penyakit kulit maupun disentri dapat lebih mudah muncul. Ditambah dengan suhu udara yang meningkat, masyarakat perlu lebih menjaga kebersihan diri,” ujarnya.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, serta menggunakan air bersih secara bijak. Upaya tersebut dinilai penting guna menekan risiko gangguan kesehatan yang dapat terjadi selama musim kemarau.
BMKG juga mengingatkan agar masyarakat tidak hanya memperhatikan informasi prakiraan cuaca, tetapi turut meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak lanjutan, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan.
Dengan meningkatnya kesadaran dan langkah pencegahan yang tepat, diharapkan masyarakat dapat tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi musim kemarau yang berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....