Kemarau 2026 Boven Digoel Belum Separah Tahun 2015

  • 03 Agt 2026 17:30 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tanah Merah menyebut musim kemarau yang terjadi pada 2026 belum termasuk kategori paling ekstrem jika dibandingkan dengan catatan beberapa tahun sebelumnya di Kabupaten Boven Digoel.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Tanah Merah, Rizki Syahputra, S.Tr.Met, saat menjadi narasumber pada Dialog Kentongan RRI Boven Digoel, Kamis 30 Juli 2026 mengatakan berdasarkan data pengamatan, kondisi paling parah pernah terjadi pada 2015 ketika total curah hujan tahunan hanya sekitar 2.000 milimeter, jauh di bawah kondisi normal yang mencapai sekitar 4.400 milimeter.

"Kalau dibandingkan tahun 2015, kondisi tahun 2026 belum masuk kategori yang parah. Pada triwulan pertama dan kedua tahun ini curah hujan masih tergolong tinggi," ujarnya.

Menurutnya, penurunan curah hujan baru mulai terjadi pada pertengahan tahun. Karena itu, masyarakat diminta tidak panik namun tetap meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kering.

BMKG akan terus melakukan pemantauan kondisi atmosfer dan menyampaikan perkembangan cuaca secara berkala sebagai bahan antisipasi masyarakat maupun pemerintah daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....