Layanan MBG Tingkatkan Semangat Belajar Siswa SMP Sion Tanah Merah

  • 10 Jul 2026 02:30 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, BOVEN DIGOEL–Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dilaksanakan di SMP Sion Tanah Merah sejak Februari 2026 dinilai memberikan dampak positif terhadap semangat belajar dan kehadiran siswa di sekolah. Sebagian besar peserta didik berasal dari wilayah pedalaman dan tinggal jauh dari orang tua, sehingga program tersebut menjadi salah satu penunjang pemenuhan kebutuhan gizi mereka.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMP Sion Tanah Merah, Ani Butet Sitinjak, S.Pd., mengatakan program MBG telah membawa perubahan yang cukup signifikan bagi para siswa.

"Kami sangat bersyukur atas adanya program MBG. Banyak anak yang sebelumnya sering lemas, bahkan ada yang tidak masuk sekolah karena lapar, kini lebih rajin hadir dan lebih fokus mengikuti pelajaran. Bagi siswa yang tinggal jauh dari keluarga, makanan bergizi ini menjadi dukungan yang sangat berarti," ujar Sitinjak,Kamis 9 Juli 2026

Meski memberikan manfaat besar, pihak sekolah berharap pelaksanaan program dapat terus disempurnakan agar pelayanan semakin optimal.

Salah satu harapan yang disampaikan adalah penambahan jadwal layanan hingga hari Sabtu. Saat ini MBG hanya diberikan pada Senin hingga Jumat, sementara kegiatan belajar mengajar di SMP Sion Tanah Merah masih berlangsung hingga Sabtu.

Menurut Ani, kondisi tersebut membuat sebagian siswa kurang bersemangat pada hari Sabtu karena tidak memperoleh layanan makan seperti hari-hari sebelumnya.

"Kami berharap layanan bisa diperluas sampai hari Sabtu. Selain itu, jadwal pengantaran makanan juga terkadang berubah tanpa pemberitahuan sehingga kami kesulitan memberikan penjelasan kepada siswa yang sudah menunggu," katanya.

Setiap hari, sekolah menerima sekitar 220 porsi makanan yang diperuntukkan bagi seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

Selain penambahan jadwal, sekolah juga mengusulkan agar waktu pembagian makanan disesuaikan dengan jam istirahat atau menjelang pulang sekolah. Selama ini makanan terkadang datang saat proses pembelajaran sedang berlangsung sehingga pembagian harus dilakukan di tengah jam pelajaran.

"Kalau makanan datang saat pelajaran berlangsung, proses belajar menjadi terganggu karena kami harus segera membagikannya. Kami berharap pembagian dapat dilakukan pada waktu yang lebih tepat," jelasnya.

Sekolah juga mengusulkan penyesuaian menu dengan kondisi dan kebiasaan peserta didik. Ani mencontohkan, selama bulan Ramadan lalu sekolah menerima kurma sebagai menu pendamping setiap hari, padahal mayoritas siswa tidak terbiasa mengonsumsinya sehingga banyak yang tidak dimakan.

"Kami sudah mengusulkan agar diganti dengan buah lain, tetapi hingga akhir bulan puasa menunya tetap sama. Ke depan kami berharap menu dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan makan siswa," ujarnya.

Selain itu, pihak sekolah juga mencatat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian, seperti tekstur makanan yang terkadang terlalu kering sehingga kurang nyaman dikonsumsi, serta masih ditemukannya semut pada sebagian kemasan akibat penutup yang kurang rapat.

Meski demikian, Ani menegaskan bahwa seluruh masukan tersebut merupakan bentuk dukungan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin baik.

"Kami sangat mengapresiasi perhatian pemerintah dan pihak pengelola program MBG. Masukan ini kami sampaikan semata-mata demi meningkatkan kualitas pelayanan, sehingga anak-anak memperoleh makanan yang lebih sesuai, nyaman dikonsumsi, dan benar-benar mendukung kesehatan serta semangat belajar mereka," tutupnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....