Satu Data Indonesia Hadirkan Satu Pintu Data Terpadu, BPS Boven Digoel Dorong Integ
- 25 Jun 2026 19:00 WIB
- Bovendigoel
RRI. CO. ID, Boven Digoel– Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Boven Digoel, Novita Damayanti, menegaskan bahwa kebijakan Satu Data Indonesia bertujuan mewujudkan tata kelola data pemerintah yang terintegrasi melalui satu pintu data terpadu guna menghindari perbedaan data antar instansi.
Menurut Novita, konsep Satu Data Indonesia pada dasarnya merupakan upaya pemerintah untuk mengatur pengelolaan data secara lebih baik dan terkoordinasi. Jika Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) menjadi satu pintu untuk layanan perizinan, maka Satu Data Indonesia berfungsi sebagai satu pintu untuk penyediaan dan pemanfaatan data pemerintah.
“Tujuan Satu Data Indonesia adalah bagaimana kita menghindari perbedaan data antar instansi. Dengan adanya satu pintu data, seluruh pihak dapat menggunakan data yang sama sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan,” ujarnya, Selasa 23 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pada masa lalu sering terjadi perbedaan data kependudukan antara BPS dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Perbedaan tersebut dapat disebabkan oleh variasi metodologi pengumpulan data, instrumen yang digunakan, hingga mekanisme pendataan di lapangan.
“Dulu data penduduk antara BPS dan Dukcapil terkadang berbeda karena metode pengumpulan datanya berbeda. Mulai dari pengisian kuesioner hingga proses pengumpulan data di lapangan,” jelasnya.
Namun, kata Novita, saat ini pemerintah telah memiliki Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi rujukan bersama bagi berbagai instansi. Melalui DTSEN, data kependudukan telah terintegrasi dan dapat dimanfaatkan secara seragam oleh seluruh pemangku kepentingan.
Tidak hanya memuat data penduduk, DTSEN juga mencakup berbagai informasi sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia yang tersusun secara terpadu hingga tingkat daerah, termasuk Kabupaten Boven Digoel.
“Sekarang kita sudah memiliki DTSEN. Data penduduk sudah terintegrasi di dalamnya. Bahkan bukan hanya data penduduk, tetapi juga data sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Kabupaten Boven Digoel,” ungkapnya.
Melalui penerapan Satu Data Indonesia, pemerintah berharap kualitas data semakin akurat, konsisten, dan dapat digunakan sebagai dasar penyusunan program pembangunan yang tepat sasaran, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....