Tahun Baru Hijriah 1448 Diharapkan Jadi Momentum Perkuat Iman dan Persatuan Umat
- 27 Jun 2026 12:59 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel— Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk memperkuat keimanan sekaligus mengambil hikmah dari perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW dalam membangun persatuan dan peradaban Islam.
Peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah diharapkan tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi juga ajang refleksi bagi umat Muslim untuk terus menjunjung nilai toleransi, kebersamaan, serta semangat perubahan ke arah yang lebih baik. Nilai-nilai tersebut dinilai penting dalam memperkuat persatuan dan kebhinekaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ustadz Ahmad Sidiq mengajak masyarakat Muslim di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, untuk menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai sarana memperkuat komitmen terhadap ajaran Islam yang mengedepankan toleransi dan kebersamaan. Menurutnya, umat Muslim perlu berpegang pada tuntunan para ulama yang senantiasa mengajarkan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman.
“Semangat hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah mengandung banyak pelajaran berharga. Peristiwa tersebut menjadi tonggak berkembangnya syiar Islam dan lahirnya peradaban yang menjunjung persatuan serta persaudaraan umat,” ujar Ustadz Ahmad Sidiq, 18 Juni 2026.
Ia menambahkan, nilai-nilai hijrah tersebut perlu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari agar umat Muslim dapat terus menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Selain itu, Ustadz Ahmad Sidiq menjelaskan bahwa penanggalan Hijriah didasarkan pada peredaran bulan. Penentuan awal bulan Hijriah dilakukan melalui pemantauan hilal atau rukyatul hilal yang menjadi dasar penetapan berbagai momentum penting dalam Islam, termasuk awal Ramadan, Idulfitri, hingga Tahun Baru Hijriah.
Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan peringatan Tahun Baru Islam di berbagai daerah dapat berbeda waktu, karena penetapan awal bulan Hijriah menyesuaikan hasil rukyatul hilal dan perhitungan kalender. Pergantian Tahun Baru Islam biasanya dimulai setelah bulan Zulhijah disempurnakan menjadi 30 hari (istikmal), sehingga setelah magrib telah memasuki 1 Muharram 1448 Hijriah.
Melalui peringatan ini, umat Muslim diharapkan semakin meningkatkan kualitas keimanan, mempererat persaudaraan, serta menjaga semangat persatuan dan kebhinekaan demi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....