Program ASRI Dinilai Kurang Optimal Berjalan di Boven Digoel

  • 19 Jun 2026 21:42 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel – Program ASRI yang merupakan akronim dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah, menjadi salah satu gerakan nasional yang digagas Presiden untuk mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, tertata, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. Program ini menitikberatkan pada pengelolaan sampah secara terpadu, penataan ruang permukiman, serta membangun budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Salah satu bentuk implementasi program tersebut dilakukan melalui kegiatan rutin kerja bakti, termasuk gerakan membersihkan lingkungan selama 30 menit sebelum jam kerja di lingkungan kantor pemerintahan maupun fasilitas umum.

Namun dalam pelaksanaannya di daerah, program tersebut dinilai belum berjalan secara maksimal.

Santi, salah satu warga Tanah Merah, menilai semangat awal Program ASRI mulai berkurang dan belum lagi terlihat konsisten di lapangan. Menurutnya, masih terdapat sejumlah titik fasilitas publik yang kurang mendapat perhatian, terutama area pembatas jalan yang sebelumnya menjadi tanggung jawab organisasi perangkat daerah (OPD) untuk dirawat dan dibersihkan.

“Dulu sempat terlihat ada penataan dan pembersihan secara rutin, tetapi sekarang sudah mulai berkurang. Pembatas jalan yang seharusnya ditanami dan dirawat terlihat kurang terurus, bahkan di beberapa titik rumput sudah tinggi dan belum dibersihkan,” ujar Santi,Kamis 18 Juni 2026.

Ia berharap program yang telah dicanangkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar dijalankan secara berkelanjutan agar masyarakat dapat merasakan dampak langsung terhadap kualitas lingkungan.

Sementara itu, Ketua Kelompok Peduli Lingkungan Ambonggo, Damianus Kekerok, menegaskan bahwa keberhasilan Program ASRI sangat bergantung pada komitmen seluruh pihak, khususnya OPD sebagai pelaksana di daerah.

Menurut Damianus, diperlukan langkah nyata dan pengawasan yang konsisten agar tujuan program dapat tercapai.

“Program ini akan berjalan baik jika ada kerja nyata, bukan hanya sebatas wacana. Lingkungan yang bersih dan tertata membutuhkan keterlibatan semua pihak serta pemeliharaan yang berkelanjutan,” katanya.

Ia menambahkan, penanaman bunga maupun penataan taman di pembatas jalan tidak cukup dilakukan sekali saja. Setelah ditanam, perlu ada perawatan rutin, mulai dari penyiraman, pembersihan gulma, hingga pengawasan berkala agar tanaman tetap tumbuh dan kawasan tetap terlihat indah.

Damianus juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas yang telah dibangun pemerintah, karena menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

Dengan evaluasi dan penguatan pelaksanaan di lapangan, Program ASRI diharapkan dapat kembali menjadi gerakan bersama yang mampu menghadirkan wajah kota yang lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi seluruh warga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....