Tri Tunggal Maha Kudus, Kehadiran Allah di tengah Gereja dan Umat Beriman
- 31 Mei 2026 07:37 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Program Mutiara Pagi Katolik yang mengudara melalui saluran RRI Pro 1 kembali menyapa para pendengar dengan sajian renungan yang menyejukkan batin, Minggu, 31 Mei 2026. Bertindak sebagai narasumber, Pastor Raimon E. Fasak, MSC membawakan refleksi mendalam dengan tema "Tri Tunggal Maha Kudus, Kehadiran Allah di Tengah Gereja dan Umat Beriman".
Dalam renungannya, Pastor Raimon mengajak umat untuk tidak terjebak dalam pemahaman bahwa misteri Tritunggal Maha kudus adalah sebuah konsep rumit yang jauh dari jangkauan akal manusia semata. Sebaliknya, ia menekankan bahwa realitas Allah sebagai Bapa, Putra, dan Roh Kudus adalah bukti nyata bahwa Allah senantiasa hadir dan terlibat langsung dalam pergumulan Gereja dan setiap orang beriman.
"Tritunggal bukanlah teka-teki teologis, melainkan sebuah keluarga di mana terjadi aliran kasih yang sempurna. Dan yang luar biasa, kasih itu tidak pernah tertutup untuk diri-Nya sendiri. Kasih itu meluap keluar, mencapai kita, dan mengundang kita untuk ikut serta dalam dinamika kasih tersebut," ujar Pastor Raimon.
Lebih lanjut, Pastor Raimon menjelaskan bahwa kehadiran Allah di tengah Gereja sering kali disalahartikan sebagai kekuasaan yang otoriter. Padahal berdasarkan misteri Tritunggal, Allah hadir dalam relasi yang setara, saling mendengarkan, dan saling memuliakan antara Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Ia mengilustrasikan bahwa ketika umat merayakan Ekaristi, mendengarkan sabda dalam bacaan suci, atau bahkan ketika dua orang bersatu dalam doa, di situlah Tritunggal hadir. "Gereja tidak pernah sepi oleh kehadiran Allah. Bapa menciptakan, Putra menebus, dan Roh Kudus menguduskan. Mereka bekerja dalam harmoni yang sempurna, dan kita dipanggil untuk menghadirkan harmoni itu di tengah dunia yang sering pecah oleh perselisihan," lanjutnya.
Mengakhiri segmen renungan yang berlangsung selama 15 menit tersebut, Pastor Raimon menantang para pendengar untuk tidak sekadar merayakan misteri Tritunggal di dalam gereja, melainkan mewujudkannya dalam tindakan nyata. Menurutnya, menghadirkan Allah Tritunggal berarti meneladani sifat dasar Allah yang adalah komunikasi dan pengorbanan.
"Kalau kita mau melihat bukti kehadiran Tritunggal saat ini, lihatlah ketika seorang ibu rela berkorban untuk anaknya, ketika seorang pemuda mengampuni sahabatnya yang bersalah, atau ketika sebuah komunitas peduli terhadap sesama yang menderita. Di sanalah Roh Kudus bekerja, di sanalah nama Putra dimuliakan, dan di sanalah sang Bapa tersenyum," pungkas Pastor Raimon E. Fasak, MSC.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....