SMK Rekayasa Boven Digoel Gelar LKS Internal Seleksi Tingkat Provinsi
- 19 Mei 2026 12:55 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, BOVEN DIGOEL– SMK Rekayasa Kabupaten Boven Digoel melaksanakan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat internal yang berlangsung selama dua hari, 19–20 Mei 2026, di SMKN 1 Boven Digoel.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SMK Rekayasa Tanah Merah, Prudensia Bapa, mengatakan kegiatan tersebut diikuti siswa kelas XI dari jurusan Teknik Bangunan, Teknik Elektro, dan Teknik Komputer.
Menurutnya, pelaksanaan LKS internal ini bertujuan untuk menyeleksi siswa terbaik yang nantinya akan dipersiapkan mengikuti LKS tingkat provinsi. Dalam lomba tersebut, para siswa diuji melalui praktik sesuai bidang keahlian masing-masing.
“LKS bukan sekadar ajang kompetisi. Ini menjadi cara kami melihat sejauh mana siswa menguasai praktik, disiplin kerja, dan kesiapan mental saat diuji. Hasilnya juga menjadi bahan evaluasi guru untuk pembinaan lebih lanjut,” ujar Prudensia,Selasa 19 Mei 2026
Ia menegaskan, kegiatan tersebut penting untuk mengukur kesiapan dan keterampilan siswa dalam menghadapi dunia kerja maupun dunia usaha. Karena itu, pihak sekolah terus mendorong agar proses pembelajaran di SMK selaras dengan kebutuhan industri.
“Kami ingin lulusan SMK Rekayasa benar-benar siap kerja, siap berwirausaha, dan mampu bersaing,” katanya.
Dalam pelaksanaan penilaian, pihak sekolah melibatkan juri tamu dari dunia usaha dan industri, di antaranya PT Palapa, konsultan teknik, serta PLN. Selain itu, para guru pendamping dari masing-masing jurusan turut mendampingi siswa selama kompetisi berlangsung.
Setiap bidang lomba menguji keterampilan praktik berdasarkan standar kompetensi keahlian. Pada jurusan Teknik Bangunan, siswa diuji melalui gambar kerja dan praktik pemasangan struktur sederhana. Jurusan Teknik Elektro fokus pada instalasi listrik dan troubleshooting rangkaian, sedangkan Teknik Komputer menguji kemampuan perakitan PC, instalasi jaringan, serta troubleshooting sistem.
Prudensia menambahkan, LKS internal juga menjadi tolok ukur kesiapan siswa menghadapi ujian kompetensi dan dunia kerja.
“Kita ingin mengetahui sejauh mana anak-anak menguasai praktik, bukan hanya teori. Dari sini guru bisa melakukan evaluasi dan memberikan pembinaan khusus sebelum mereka mengikuti lomba di tingkat berikutnya,” ujarnya.
Pihak sekolah berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan semangat belajar praktik, kemampuan teknis, serta rasa percaya diri siswa sebelum terjun langsung ke dunia kerja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....