Kemendes PDT bersama IFAD melakukan kunjungan di Boven Digoel
- 06 Mei 2026 11:37 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Kementerian desa dan pembangunan daerah tertinggal RI bersama tim International fund for Agricultural Development ( IFAD ) melaksanakan rangkaian kegiatan kunjungan kerjanya di kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan selama dua hari terhitung sejak 5-6 mei 2026. Agenda kunjungan tersebut dalam rangka melaksanakan forum diskusi bersama masyarakat, pemerintah kampung dan kabupaten dalam rangka percepatan pelaksanaan sistem pangan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera.
Kabupaten Boven Digoel, merupakan salah satu kabupaten di tanah Papua yang masuk dalam kategori kampung tertinggal dari 30 kabupaten lainnya di Indonesia, namun untuk tahap pertama ini kabupaten Boven Digoel menjadi kabupaten pertama dari 15 kabupaten yang di kunjungi kemendes PDT bersama tim IFAD. Dalam kunjungan kerja tim kemendes PDT lebih memberikan komunikasi dua arah antara masyarakat pemerintahan kampung dan kementerian terkait apa saja yang menjadi pokok persoalan di daerah sehingga dapat di jadikan satu pedoman yang dapat di intervensi langsung pemerintah pusat dalam mengentaskan berbagai hal di daerah tertinggal menuju masyarakat daerah tertinggal yang lebih maju.
Menteri desa dan pembangunan daerah tertinggal RI, yang diwakili
Direktur Penyerasian Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Ditjen PPDT Kementrian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Fince Decima Hasibuan, S.STP., M.Si. menjelaskan fokus utama kehadiran mereka di tengah masyarakat pedalaman Boven Digoel lebih pada sistem pangan.
"Kehadiran kami disini sebagai upaya untuk persiapan pematangan forum strategis untuk menyelaraskan aspirasi dari tingkat kampung hingga kabupaten, dan meninjau langsung kondisi reels masyarakat di daerah terpencil guna mengidentifikasi masalah utama di lapangan,"tutur Fince Decima Hasibuan, Selasa 5 Mei 2026, di kampung Ogenetan Distrik Iniyandit.
Dari hasil diskusi yang di gelar bersama masyarakat, pemerintah kampung dan kabupaten, tim IFAD menekankan perlunya pendampingan yang berkelanjutan dalam setiap kegiatan yang diturunkan kemasyarakat daerah terpencil dan tertinggal sehingga ada keberlanjutan dan hasil yang dicapai dapat lebih baik. Hal itu ditegaskan, Bayu Rahmawan, selaku Program Manajemen IFAD.
Melalui kegiatan ini diharapkan tidak hanya sebatas diskusi dan perencanaan namun adanya tindakannya yang berkelanjutan dan intervensi langsung pemerintah pusat agar masyarakat di daerah perbatasan lebih maju.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....