Kepala Suku Koroway Dukung Penuh Pemekaran Distrik

  • 03 Mei 2026 19:32 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID,Boven Digoel – Kepala Suku Koroway yang juga dikenal sebagai tokoh intelektual Koroway, Adonia Yalengkatu, S.Th, menyatakan dukungan tegas terhadap rencana pemekaran distrik di wilayah hukum adat Koroway. Ia menilai langkah tersebut bukan sekadar wacana administratif, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjawab ketertinggalan yang selama ini dialami masyarakat setempat.

Menurut Adonia, minimnya keberpihakan pemerintah daerah terhadap masyarakat Koroway menjadi salah satu penyebab utama lambannya pembangunan di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa selama ini masyarakat Koroway masih menghadapi keterbatasan serius di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga tata kelola pemerintahan.

“Sudah lebih dari 20 tahun sejak Boven Digoel menjadi daerah otonomi baru, namun wilayah Koroway masih jauh tertinggal dan terkesan tidak terurus. Ini fakta yang tidak bisa lagi diabaikan,” ujarnya dengan nada tegas Adonia, Sabtu 2 Mei 2026

Ia menilai, kondisi tersebut mendorong masyarakat Koroway untuk terus menyuarakan aspirasi, termasuk menuntut kejelasan langkah strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia dan sumber daya alam di wilayah adat mereka. Bagi Adonia, masyarakat Koroway memiliki hak yang sama sebagai warga negara Indonesia untuk merasakan pembangunan yang adil dan merata.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemekaran distrik merupakan salah satu strategi paling realistis untuk mempercepat pembangunan. Dengan adanya distrik baru, pelayanan publik diyakini akan lebih dekat, efektif, dan mampu menjangkau masyarakat di wilayah pedalaman yang selama ini terisolasi.

“Pemerintah seharusnya bersyukur karena masyarakat sudah mulai sadar dan aktif memperjuangkan masa depan mereka. Tinggal bagaimana pemerintah menjemput bola dan merealisasikan aspirasi ini,” tambahnya.

Adonia juga mengingatkan bahwa pada masa pemerintahan Bupati sebelumnya, Hengky Yaluwo, proses pengusulan pemekaran distrik telah dimulai bahkan ditandai dengan peletakan batu pertama. Oleh karena itu, ia berharap pemerintahan saat ini di bawah kepemimpinan Bupati Rony Omba dan Wakil Bupati Marlinus dapat segera menindaklanjuti langkah tersebut.

Ia menegaskan, keberlanjutan kebijakan menjadi kunci agar upaya pemekaran distrik tidak berhenti sebagai simbol semata, tetapi benar-benar terwujud dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Koroway.

“Jangan sampai ini hanya menjadi janji tanpa realisasi. Masyarakat sudah menunggu terlalu lama. Sekarang saatnya pemerintah bertindak nyata,” tegasnya.

Dengan dorongan kuat dari tokoh adat dan masyarakat, pemekaran distrik di wilayah Koroway diharapkan menjadi pintu masuk bagi percepatan pembangunan dan pengurangan kesenjangan di salah satu wilayah terpencil di Kabupaten Boven Digoel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....