Penutupan Bandara Korowai Batu Persulit Aktivitas Warga Pedalaman
- 19 Feb 2026 10:43 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel – Penutupan sementara Bandara Korowai Batu pasca insiden penembakan terhadap pilot dan kopilot maskapai Smart Air menuai tanggapan dari masyarakat setempat. Warga menilai keberadaan bandara tersebut sangat vital untuk membuka akses wilayah pedalaman dan terpencil.
Salah satu warga Korowai, Luther Gurik, mengatakan tujuan utama pembangunan bandara di Korowai Batu tidak lain untuk mempermudah akses masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas, baik ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan.
“Bandara ini dibangun untuk membuka keterisolasian masyarakat Korowai. Kalau ditutup sementara, tentu sangat menyulitkan warga,” ujar Luther,Kamis 19 Februari 2026.
Ia menjelaskan, selama ini transportasi udara menjadi andalan masyarakat untuk bepergian ke kota. Kondisi geografis yang sulit dan medan yang berat membuat jalur darat bukan pilihan yang mudah.
“Kalau lewat darat, bisa memakan waktu sampai satu minggu untuk tiba di kota. Itu pun dengan risiko yang tidak kecil,” kata Luther
Seperti diketahui, penutupan bandara dilakukan pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menyusul insiden penembakan terhadap pilot dan kopilot Smart Air beberapa waktu lalu. Kebijakan tersebut diambil dengan pertimbangan aspek keamanan dan keselamatan penerbangan.
Meski demikian, warga berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah strategis agar akses transportasi udara kembali dibuka dengan jaminan keamanan yang memadai. Mereka menilai, keberadaan bandara merupakan salah satu moda transportasi penting yang menunjang kehidupan masyarakat di wilayah pedalaman Korowai.
Masyarakat juga berharap adanya peningkatan pengamanan di sekitar area bandara sehingga aktivitas penerbangan dapat kembali berjalan normal tanpa mengabaikan faktor keselamatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....