Al-Hidayah Perkuat Dakwah dan Program Sosial di Daerah
- 17 Feb 2026 21:28 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel – Ketua Pengajian Al-Hidayah Provinsi Papua Selatan, Misnurliana Rambe, memaparkan sejarah dan arah gerak organisasi dalam pelantikan pengurus daerah. Ia menegaskan Al-Hidayah lahir sebelum reformasi 1998 dan kini berstatus organisasi kemasyarakatan mandiri.
Menurutnya, perubahan status tersebut tidak menggeser jati diri Al-Hidayah sebagai wadah dakwah perempuan muslimah. Organisasi tetap menempatkan pengajian sebagai fondasi utama gerakan.
Misnurliana menjelaskan, pengajian bukan sekadar forum keagamaan rutin. Dari pengajian lahir penguatan iman, peningkatan kapasitas diri, serta kesadaran sosial.
Ia menilai perempuan memiliki posisi strategis dalam dakwah berbasis keluarga. Peran itu dimulai dari pembinaan akhlak dan pendidikan anak di rumah.
“Ketika kita mengaji dan mengamalkan ilmu, perempuan sudah berdakwah,” ujarnya, Jumat 13 Februari 2026.
Ia menekankan dakwah substantif harus tercermin dalam sikap dan tindakan sehari-hari.
Selain penguatan spiritual, Al-Hidayah juga mengembangkan program sosial kemasyarakatan.
Santunan anak yatim dan kegiatan kepedulian menjadi agenda rutin organisasi. Program sosial tersebut, kata dia, merupakan wujud nyata pengabdian kepada umat.
Kehadiran organisasi diharapkan memberi dampak langsung bagi masyarakat. Ia mengingatkan seluruh pengurus agar menjalankan roda organisasi sesuai anggaran dasar dan rumah tangga.
Tata kelola yang disiplin dinilai penting menjaga kredibilitas lembaga. Ke depan, Al-Hidayah berkomitmen memperkuat peran sosial keagamaan di daerah.
Organisasi ingin tampil sebagai mitra strategis dalam pembangunan moral masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....