Peringatan HUT Pekabaran Injil Teruslah Hidup dalam Pertobatan/Persekutuan

  • 05 Feb 2026 19:57 WIB
  •  Bovendigoel

RRI .CO.ID, Boven Digoel- Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil ke-171 di Tanah Papua diperingati secara meriah di Kabupaten Boven Digoel. Ibadah berlangsung di Kantor klasis GKI Tanah Merah Kamis, 05 Februari 2026.

Staf Ahli Bupati  Bidang Ekonomi Dan Keuangan Dr.Jeffri Hanny Izaak Nirahua ungkapkan, Pekabaran Injil bukan hanya tentang masa lalu, bukan hanya tentang sejarah para misionaris yang datang membawa Injil. Pekabaran Injil adalah tentang bagaimana Injil itu terus hidup, bertumbuh, dan berbuah melalui kehidupan jemaat hari ini.

Mewakili Bupati Boven Digoel, dan juga sebagai bagian dari masyarakat Papua, ia menyampaikan rasa hormat, terima kasih, dan penghargaan yang tulus kepada Gereja Kristen Injili di Tanah Papua, khususnya Jemaat-Jemaat GKI di Klasis GKI Boven Digoel, yang selama 171 tahun telah setia menjaga terang Injil tetap menyala di atas Tanah Papua.

Tema yang kita rayakan, “Pertobatan Mendatangkan Keselamatan,” mengingatkan kita bahwa keselamatan itu dimulai dari pertobatan yang sungguh-sungguh. Pertobatan bukan hanya di bibir, tetapi tampak dalam sikap hidup, dalam cara kita berbicara, bersikap, bekerja, dan hidup bersama sebagai jemaat dan sebagai masyarakat.

Melalui sub tema, “Melalui Momentum Perayaan Pekabaran Injil ke-171, Dapat Mewujudkan Persekutuan Jemaat yang Memiliki Semangat Kepedulian dan Menghadirkan Keselamatan bagi Banyak Orang di atas Tanah Papua,” di menegaskan beberapa hal penting bagi Jemaat GKI, khususnya di Klasis GKI Boven Digoel.

Pertama, jemaat GKI harus terus menjaga persekutuan yang hidup dan rukun. Perbedaan pandangan, perbedaan latar belakang, bahkan perbedaan karakter, tidak boleh memecah tubuh Kristus. Justru di usia 171 tahun Pekabaran Injil ini, jemaat GKI harus semakin dewasa dalam iman dan kasih.

Kedua, jemaat GKI dipanggil untuk memiliki semangat kepedulian yang nyata. Kepedulian kepada sesama jemaat, kepada orang sakit, kepada keluarga yang berduka, kepada anak-anak, orang muda, dan masyarakat sekitar. Injil harus terlihat dalam tindakan kasih, bukan hanya terdengar dalam khotbah.

Ketiga, jemaat GKI harus menjadi pembawa damai dan keselamatan di tengah masyarakat. Jangan biarkan gereja terjebak dalam konflik, perpecahan, atau Sikap saling menjatuhkan. Gereja harus hadir sebagai teladan, sebagai terang, dan sebagai garam bagi lingkungan di mana jemaat berada.

Keempat, gereja dan pemerintah harus terus berjalan seiring dan sejalan. Pemerintah Kabupaten Boven Digoel membutuhkan dukungan doa, nasihat, dan peran aktif gereja dalam membangun masyarakat yang bermoral, berkarakter, dan cinta damai. Sebaliknya, pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung kehidupan keagamaan dan pelayanan gereja sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....