Minimnya PPL Berpengaruh Terhadap Pengembangan Perkebunan di Boven Digoel
- 14 Jan 2026 14:03 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel – Aktivitas perkebunan di Kabupaten Boven Digoel dinilai belum berjalan secara optimal dan lancar. Kondisi tersebut saat ini dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para petani perkebunan, akibat tidak adanya Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) perkebunan di wilayah tersebut.
Salah satu tokoh masyarakat Boven Digoel, Yohanes Takke, menilai ketiadaan PPL menjadi penyebab utama terhambatnya pengembangan sektor perkebunan. Menurutnya, keberadaan PPL sangat dibutuhkan untuk mendampingi masyarakat, mulai dari pengolahan lahan, pemilihan bibit, hingga perawatan dan peningkatan hasil produksi.
“Perkebunan di Boven Digoel ini tidak berjalan maksimal karena tidak ada PPL perkebunan. Padahal peran mereka sangat penting untuk memberikan pendampingan dan pengetahuan kepada masyarakat,” ujar Yohanes Rabu 14 Januari 2026.
Ia menjelaskan, selama ini masyarakat hanya mengandalkan pengalaman sendiri dalam mengelola perkebunan, sehingga hasil yang diperoleh belum maksimal dan kerap mengalami berbagai kendala di lapangan.
Yohanes berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat segera menempatkan PPL perkebunan di setiap distrik agar masyarakat mendapatkan pendampingan yang memadai. Dengan adanya PPL, diharapkan sektor perkebunan di Boven Digoel dapat berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau ada pendampingan yang baik, saya yakin hasil perkebunan bisa meningkat dan ekonomi masyarakat juga ikut terdongkrak,” kata Yohanes.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....