Mahkota Cenderawasih, Lambang Kehormatan Bagi Masyarakat Adat Papua
- 23 Okt 2025 10:39 WIB
- Bovendigoel
KBRN,Boven Digoel: Mahkota yang terbuat dari bulu burung cenderawasih maupun kasuari bukan sekadar hiasan, melainkan simbol kehormatan dan kebanggaan masyarakat adat Papua. Atribut adat ini memiliki makna mendalam dan biasa digunakan dalam berbagai upacara adat serta penyambutan tokoh penting.
Staf Ahli Bupati Boven Digoel, Jeffri Nirahua, menyayangkan tindakan salah satu unsur pemerintah yang bertindak sepihak dengan membakar mahkota adat berbahan bulu burung cenderawasih dan kasuari.
“Kami dari pemerintah daerah maupun secara pribadi merasa kecewa dan menyayangkan hal tersebut. Burung cenderawasih adalah burung yang indah, yang sering disebut sebagai burung surga,” ujar Jeffri Nirahua, Rabu (22/10/2025).
Menurutnya, tindakan itu tidak hanya melukai perasaan masyarakat adat, tetapi juga berpotensi menggerus nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Memang ada aturan yang mengatur tentang pemusnahan barang sitaan, namun khusus untuk burung cenderawasih perlu dikaji kembali. Ini adalah lambang budaya orang Papua yang harus dijaga dan dilestarikan,” tegasnya.
Jeffri mengusulkan agar burung cenderawasih yang sudah tidak hidup (offset) sebaiknya dijadikan media edukasi dan pelestarian.
“Kalau memang disita, sebaiknya dibuat satu tempat sebagai contoh edukatif, dengan pesan agar masyarakat tidak lagi memburu atau menembak burung cenderawasih,” katanya.
Ia menilai, berbagai tuntutan masyarakat di sejumlah kabupaten di Tanah Papua atas kejadian ini merupakan bentuk kepedulian terhadap budaya. Hal itu, lanjut Jeffri, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, khususnya Pasal 28 dan 36, yang menjamin masyarakat adat mempertahankan identitas budaya serta hak atas rasa aman dan perlakuan non diskriminatif.
“Yang terjadi saat ini membuat masyarakat adat merasa dilecehkan, apalagi dilakukan oleh pihak pemerintah sendiri. Ini sangat disayangkan,” ungkapnya.
Jeffri berharap pemerintah segera memberikan klarifikasi dan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga.
“Pembakaran atribut adat yang sakral seperti mahkota cenderawasih tidak boleh terulang lagi. Ke depan, mari kita jaga dan lestarikan budaya Papua sebagai jati diri dan kehormatan masyarakat adat,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....