Kelompok Informasi Masyarakat Pilar Literasi Digital Indonesia

  • 28 Sep 2025 21:04 WIB
  •  Bovendigoel

KBRN, Boven Digoel: Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, masyarakat Indonesia kini hidup dalam era digital yang serba cepat, terbuka, dan penuh tantangan. Informasi menyebar dalam hitungan detik, dan masyarakat dituntut untuk lebih bijak dalam menyaring setiap pesan yang diterima.

Dalam situasi ini, keberadaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) menjadi sangat penting. KIM menjadi agen literasi digital yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat itu sendiri.

Hal ini ditegaskan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Boven Digoel, Maria Modesta Payunglangi. Menurutnya, KIM bukan hanya menjadi saluran informasi, tetapi juga berperan aktif sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat serta antar warga dalam berbagai isu pembangunan.

“KIM hadir sebagai jembatan komunikasi dua arah. Dari sisi pemerintah, informasi program dan kebijakan dapat tersampaikan secara tepat sasaran. Sebaliknya, dari masyarakat, aspirasi dan kebutuhan bisa diteruskan kepada pihak yang berwenang,” ujar Maria saat beri sambutan sosialisasi di Distrik kawagit, Jumat (26/9/2025).

Selain menyebarkan informasi, KIM juga memiliki fungsi edukatif, yakni meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya informasi yang benar dan bertanggung jawab. Dalam konteks inilah, peran KIM menjadi semakin krusial menghadapi tantangan seperti hoaks, ujaran kebencian, hingga disinformasi yang kerap muncul di media sosial.

Maria menekankan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan akses informasi. Tetapi juga bimbingan dalam memilah dan memahami informasi yang mereka terima setiap hari.

“Kita tidak hanya bicara soal infrastruktur digital, tapi juga soal kesiapan masyarakat secara mental dan intelektual menghadapi gelombang informasi,” ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Boven Digoel pun berkomitmen, untuk terus mendorong penguatan kapasitas KIM. Ini baik melalui pelatihan literasi digital, penyediaan akses teknologi, hingga sinergi antar-lembaga.

Semua itu untuk memastikan KIM mampu menjalankan perannya secara optimal. Sebagai mitra strategis pemerintah di akar rumput, KIM diharapkan mampu membentuk ekosistem komunikasi yang sehat, transparan, dan partisipatif.

Harapannya, informasi tidak lagi menjadi alat pemecah, tetapi justru menjadi pemersatu dan pendorong pembangunan yang inklusif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....