Inilah Istilah yang Tepat untuk Tempat Membawa Bendera Pusaka

  • 21 Agt 2024 19:58 WIB
  •  Bovendigoel

KBRN,Boven Digoel: Dalam setiap upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, salah satu posisi yang paling menonjol adalah pembawa baki bendera Pusaka. Istilah "baki" sebenarnya memiliki filosofi yang berbeda jika dibandingkan dengan kata yang lebih tepat, yaitu "nampan"

Menurut tulisan dari Purna Paskibraka 1978, Budiharjo Winarno, dikutip dari berbagai sumber nampan dan baki memang memiliki fungsi yang sama. Namun, filosofinya berbeda, nampan dalam bahasa Jawa berasal dari nampa atau 'terima'. Jadi, pembawa nampan akan nampani atau 'menerima'. Pembawa nampan diharapkan untuk nampani atau 'menerima' sesuatu dengan penuh kehormatan. Filosofi ini menekankan pentingnya sikap penerimaan dan penghargaan terhadap benda yang dibawa, seperti bendera Merah Putih.

Lantas seperti apa sejarah Awal mula pembawa baki bendera Merah Putih ?

Sejarah pembawa baki bendera Merah Putih pertama kali dilakukan pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1946 di Yogyakarta. Gadis yang mencatatkan namanya sebagai pembawa baki pertama adalah Siti Dewi Sutan Assin. Nama Siti Dewi Sutan Assin disebutkan dalam sejarah Paskibraka di laman resmi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia.

Siti Dewi Sutan Assin, atau akrab dipanggil Titik, adalah salah satu dari lima pemuda-pemudi yang terlibat dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan pertama Indonesia di Yogyakarta. Pada masa itu, Husein Mutahar, Bapak Paskibraka Indonesia dan ajudan Presiden Soekarno, ditugaskan untuk menyiapkan upacara tersebut. Mutahar awalnya berniat agar pengibaran bendera dilakukan oleh pemuda dan pemudi dari seluruh Indonesia. Namun, situasi yang tidak memungkinkan menyebabkan ia memilih lima anak muda yang kebetulan berada di Yogyakarta, salah satunya adalah Siti Dewi Sutan Assin.

berperan penting ini dibagikan oleh Budiharjo Winarno, salah satu Purna Paskibraka Indonesia tahun 1978, melalui Paskibraka Community

Peran pembawa nampan dalam upacara bendera melambangkan penyerahan sesuatu yang mulia dari para pemimpin kepada generasi penerus. Bendera Merah Putih harus diterima dan dibawa dengan penuh rasa hormat. Oleh karena itu, pembawa nampan memikul tanggung jawab moral yang besar. Posisi ini menunjukkan pentingnya pemilihan dan keahlian, serta mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa yang harus dijaga dalam setiap upacara bendera.

Dengan memahami filosofi di balik istilah "nampan" dan "baki," serta mengenal sosok Siti Dewi Sutan Assin sebagai pembawa baki pertama, kita dapat lebih menghargai makna mendalam dari posisi ini dalam upacara Paskibraka. Posisi ini bukan hanya sekadar tugas, tetapi merupakan simbol penyerahan dan penghormatan yang melibatkan tradisi dan nilai-nilai bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....