Mandi Setelah Kehujanan, Mitos atau Keharusan?
- 20 Jan 2026 06:15 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel: Kenapa sih habis hujan-hujanan kita disuruh mandi lagi? Padahal sama-sama basah, pasti sering kita dengar omelan orang tua habis kehujanan langsung mandi nanti sakit, logikanya sudah basah malah dibasahin lagi.
Ternyata ini ada penjelasan ilmiahnya yang merupakan kebiasaan baik yang didukung oleh alasan kesehatan dan kenyamanan. Mengapa dianjurkan mandi setelah kehujanan:
- Kebersihan dan Polutan: Air hujan, terutama di daerah perkotaan atau industri, dapat membawa polutan, debu, partikel kotoran, atau bahkan bakteri dari udara. Mandi membersihkan zat-zat tersebut dari kulit dan rambut.
- Mencegah Iritasi Kulit: Air hujan yang tercampur polutan seperti asam ringan atau kotoran dapat menyebabkan iritasi, gatal, atau kekeringan pada kulit sensitif.
- Suhu Tubuh: Kehujanan sering membuat tubuh kedinginan, dengan mandi air hangat membantu menstabilkan suhu tubuh, menghangatkan diri, dan mencegah masuk angin atau hipotermia ringan.
- Kenyamanan Psikologis: Mandi memberikan rasa segar dan bersih setelah badan terasa lembap, dingin, atau tidak nyaman.
- Mencegah Infeksi: Jika ada luka terbuka atau kulit terluka, air hujan yang tidak steril berpotensi menyebabkan infeksi sekunder. Membersihkan tubuh mengurangi risiko ini.
Kapan perlu lebih waspada:
- Jika kehujanan di area dengan polusi udara tinggi atau genangan air kotor maka risiko kontaminasi bakteri.
- Jika memiliki riwayat alergi kulit atau imunitas rendah.
- Jika basah kuyup dan kedinginan dalam waktu lama.
Mandi setelah kehujanan bukan mitos, tetapi ajakan kesehatan yang logis. Tidak harus langsung mandi dalam hitungan menit, namun disarankan untuk membersihkan diri secepatnya setelah sampai di rumah untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan tubuh.
Tipsnya gunakan air hangat, keringkan tubuh dengan baik, dan ganti pakaian bersih. Jika tidak memungkinkan mandi segera, setidaknya ganti pakaian basah dan lap tubuh dengan handuk kering.