Gula Merah vs Gula Pasir?

  • 23 Nov 2025 08:32 WIB
  •  Bovendigoel

KBRN, Boven Digoel: Gula menjadi bahan penting dalam berbagai jenis masakan dan minuman, di Indonesia dua jenis gula yang paling sering digunakan adalah gula merah dan gula pasir. Meski sama-sama memberikan rasa manis, keduanya memiliki perbedaan dari segi kandungan, aroma, serta manfaat untuk kesehatan.

Gula merah biasanya dibuat dari nira kelapa atau tebu yang dimasak hingga mengental dan mengeras, ciri khasnya adalah warna cokelat keemasan dan aroma karamel yang kuat. Dalam dunia kuliner, gula merah banyak digunakan untuk masakan tradisional seperti kolak, jenang, atau sambal karena dapat memberikan rasa manis yang lebih lembut sekaligus menambah cita rasa gurih.

Dari sisi nutrisi, gula merah mengandung sedikit mineral alami seperti zat besi, kalsium, dan magnesium, namun kandungan kalorinya tetap tinggi, sehingga penggunaannya tetap perlu dibatasi. Kelebihan gula merah adalah rasanya yang lebih kompleks dan tidak terlalu “tajam” seperti gula pasir, membuatnya cocok untuk masakan yang membutuhkan sentuhan rasa manis alami.

Sementara itu, gula pasir terbuat dari tebu yang telah melalui proses pemurnian sehingga menghasilkan kristal putih halus. Jenis gula ini lebih umum digunakan dalam pembuatan kue, minuman, dan makanan modern karena mudah larut dan memiliki rasa manis yang lebih kuat. Namun, karena sudah melewati proses rafinasi, gula pasir nyaris tidak memiliki kandungan mineral alami.

Jika dilihat dari segi kesehatan, keduanya sebenarnya sama-sama mengandung kalori tinggi. Artinya, konsumsi berlebihan baik gula merah maupun gula pasir dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan gangguan metabolisme lainnya.

Untuk kebutuhan memasak sehari-hari, pilihan antara gula merah atau gula pasir bisa disesuaikan dengan jenis masakan. Gunakan gula merah untuk hidangan tradisional yang membutuhkan rasa manis lembut dan aroma khas, sedangkan gula pasir lebih cocok untuk minuman, kue, atau masakan yang memerlukan rasa manis murni dan cepat larut.

Dengan penggunaan yang bijak dan takaran yang tepat, kedua jenis gula ini tetap bisa memberikan rasa lezat pada masakan tanpa mengorbankan kesehatan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....