Mitos atau Fakta Air Es Bisa Buat Gemuk

  • 20 Jun 2025 16:55 WIB
  •  Bovendigoel

KBRN, Boven Digoel: Air es adalah air yang berada dalam kondisi sangat dingin, biasanya disajikan dengan suhu mendekati titik beku (0°C) atau mengandung es batu di dalamnya. Air es umum digunakan sebagai minuman penyegar, terutama di daerah beriklim panas atau setelah aktivitas fisik. Meskipun suhunya dingin, air es tetap merupakan air biasa yang tidak mengandung kalori, lemak, protein, atau zat gizi lain—selama tidak dicampur bahan tambahan seperti gula atau sirup.

Secara fisiologis, ketika air es dikonsumsi, tubuh akan bekerja menyesuaikan suhunya hingga setara dengan suhu tubuh (sekitar 37°C). Proses ini membuat tubuh membakar sedikit kalori, meskipun sangat kecil jumlahnya.

Tapi apakah air es bisa membuat gemuk seperti mitos yang banyak beredar di masyarakat. Berikut penjelesan singkat yang telah kami rangkum dari berbagai sumber:

Mitos vs Fakta

Mitos:

  • Ada anggapan bahwa air dingin “membekukan lemak” dan membuat tubuh gemuk. Namun, air es tidak mengandung kalori, jadi secara langsung tidak bisa menambah berat badan .
  • Salah kaprah lainnya terkait klaim bahwa air dingin memperlambat pencernaan dan menyebabkan berat naik. Padahal, tubuh cepat menyesuaikan suhu internal, dan efek pada pencernaan sangat minimal .

Fakta:

  1. Kalori = 0, suhu air es mendekati 0 °C tapi nutrisi = nol, sehingga tidak menambah berat badan .
  2. Proses menghangatkan air dari 0 °C ke suhu tubuh membakar kalori—meskipun sangat kecil. Misalnya segelas air es (≈250 ml) hanya membakar 7–10 kalori.
  3. Studi menunjukkan efek termogenesis (pembakaran kalori) setelah minum air—500 ml air dingin bisa meningkatkan metabolisme hingga 30% selama 30–40 menit. Namun, ini hanya membakar sekitar 100 kJ (~24 kcal). Untuk kehilangan berat badan, pola makan dan olahraga tetap utama .
  4. Minum air—baik dingin atau hangat—dapat membantu mengendalikan nafsu makan. Contohnya, minum 500 ml sebelum makan mengurangi asupan kalori dan mendukung penurunan berat badan selama program diet .

Info Tambahan: Air Es vs Kedinginan Ekstrem (Ice Baths)

Baru-baru ini, tren ice bath/populer dingin ekstrem seperti cold plunge dikaitkan dengan penurunan berat badan, tapi riset menunjukkan justru bisa meningkatkan nafsu makan. Satu studi memaparkan bahwa partisipan yang berendam dalam air sangat dingin (misalnya 61 °F/16 °C) makan 200+ kalori tambahan setelahnya. Itu berlangsung karena tubuh meningkatkan metabolisme untuk menghangatkan diri—setelah keluar, muncul rasa lapar kompensasi . Ini tidak berlaku sama dengan minum air es, yang dampaknya jauh lebih ringan dan terkendali.

  • Minum air es = nol kalori, tidak bisa membuat gemuk.
  • Suhu dingin air es membakar sedikit kalori, tapi efeknya terlalu kecil untuk jadi strategi penurunan berat.
  • Minum air (terlepas dari suhu) membantu hidrasi, kontrol nafsu makan, dan konsumsi minuman minim kalori.
  • Waspadai tren ekstrem (ice baths), karena bisa memicu makan berlebih meski niatnya menurunkan berat.

Jadi, kalau kamu suka air es, silakan nikmati—asal tanpa campuran gula! Kalau mau diskusi soal pola makan atau tips diet lainnya, aku siap bantu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....