Berawal dari Wisuda Anak, Finsensia Kembangkan Pakaian Adat Noken
- 30 Agt 2026 08:13 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Niat sederhana menyiapkan pakaian adat untuk anaknya yang akan mengikuti wisuda PAUD justru membawa Finsensia Warem pada sebuah kreativitas baru. Dari keterampilannya merajut, lahirlah pakaian noken dan berbagai aksesori bernuansa budaya Muyu.
Kisah tersebut diceritakan Finsensia saat memperkenalkan hasil rajutannya yang dipajang dalam Dialog UMKM pada rangkaian RRI Fest Boven Digoel, Kamis, 27 Agustus 2026.
Saat anaknya akan mengikuti wisuda PAUD, Finsensia mengaku belum memiliki atribut daerah untuk dikenakan. Ia kemudian berpikir untuk membuat sendiri pakaian adat tersebut agar anaknya dapat tampil menggunakan identitas budaya daerah.
"Waktu itu anak saya mau mengikuti wisuda PAUD, sementara saya belum ada persiapan untuk memakai atribut daerah. Saya berpikir bagaimana saya bisa membuat dan menganyam baju ini, lalu saya pakaikan ke dia. Dari situ menjadi kreasi," ungkap Finsensia.
Dari satu pakaian untuk sang anak, kreativitas Finsensia terus berkembang. Ia mulai membuat pakaian noken hingga berbagai aksesori, seperti aksesori kepala, tusuk konde, dan ikat rambut.
Dalam membuat karyanya, Finsensia memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di daerah, termasuk genemo dan bulu kasuari. Hasilnya menjadi kerajinan yang tidak hanya memiliki nilai guna, tetapi juga mengangkat unsur budaya Muyu.
Dalam menjalankan kegiatan tersebut, Finsensia tidak bekerja sendiri. Ia mengajak beberapa teman sesama ibu untuk ikut mengembangkan keterampilan merajut.
"Ada teman-teman ibu yang saya ajak dan saya ajar, supaya mereka juga bisa merajut," ujar Finsensia.
Apa yang bermula dari kebutuhan sederhana untuk anaknya saat wisuda kini berkembang menjadi kreativitas yang terus dikembangkan. Bagi Finsensia, merajut bukan hanya tentang menghasilkan sebuah produk, tetapi juga menjadi cara sederhana untuk memperkenalkan dan menjaga budaya Muyu melalui karya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....