Ikatan Perempuan Wambon Tampilkan Budaya Lokal dalam Karnaval Kemerdekaan
- 14 Agt 2026 06:00 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Ikatan Perempuan Wambon turut ambil bagian dalam Karnaval Kemerdekaan yang digelar di Kabupaten Boven Digoel. Dalam kegiatan tersebut, perempuan Wambon menampilkan beragam kekayaan budaya dan potensi lokal sebagai bagian dari semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketua Ikatan Perempuan Wambon Boven Digoel, Evelince Amotey, S.P.T., M.A.P., mengatakan keikutsertaan mereka dalam karnaval tidak hanya untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan jati diri perempuan Wambon kepada masyarakat.
“Tujuan kami mengikuti karnaval ini pertama untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan menunjukkan rasa cinta kami kepada tanah air. Kedua, kami ingin memperkenalkan jati diri perempuan Wambon, dari Gunung Koriom sampai Silir,” ujar Evelince, Senin 10 Agustus 2026.
Menurutnya, perempuan Wambon ingin menunjukkan bahwa perempuan daerah memiliki kekuatan, kemampuan, serta karya yang dapat dibanggakan. Keikutsertaan dalam karnaval juga menjadi bentuk nyata dalam menjaga semangat kebersamaan dan persatuan masyarakat Boven Digoel.
Dalam karnaval tersebut, Ikatan Perempuan Wambon menampilkan empat barisan yang masing-masing memiliki makna dan menggambarkan kehidupan serta budaya masyarakat Wambon.
Barisan pertama diisi anak-anak yang tampil mengenakan pakaian adat dengan penuh kebanggaan. Penampilan tersebut menjadi simbol bahwa budaya Wambon harus terus dikenalkan dan diwariskan kepada generasi penerus.
Barisan kedua menampilkan para mama-mama yang membawa spanduk sambil mengenakan pakaian adat sebagai gambaran jati diri perempuan Wambon.
Sementara itu, barisan ketiga menampilkan mama-mama penjaga adat yang mengenakan berbagai atribut budaya, seperti noken dan cawat. Mereka juga membawa noken dengan cara dipikul sambil menampilkan tarian khas Wambon.
“Melalui penampilan ini, kami ingin menunjukkan bahwa adat dan budaya Wambon masih hidup. Budaya ini tidak pernah mati dan harus terus dijaga oleh generasi kami,” kata Evelince.
Pada barisan keempat, Ikatan Perempuan Wambon menampilkan sebuah mobil yang dihias dengan berbagai ornamen dan hasil alam yang memiliki makna lokal. Di dalamnya terdapat tanaman pisang, sagu, sayuran, buah-buahan, serta air yang dibawa menggunakan bambu. Berbagai hasil alam tersebut menjadi simbol kekayaan alam sekaligus ketahanan pangan masyarakat Wambon.
“Kami juga menampilkan hasil-hasil alam yang ada di tanah Wambon. Ini merupakan bagian dari kekayaan kami dan menunjukkan bahwa masyarakat Wambon memiliki potensi alam yang harus kita jaga dan manfaatkan,” ujarnya.
Seluruh rangkaian penampilan dipadukan dengan bendera Merah Putih dan bendera pataka Ikatan Perempuan Wambon. Suasana karnaval semakin meriah dengan yel-yel serta lagu-lagu yang dinyanyikan bersama sebagai bentuk semangat, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya Wambon serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....