Perahu Dayung, Cara Hidup yang Tetap Bertahan di Sungai Digoel
- 07 Agt 2026 11:05 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Di tengah semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan perahu bermesin tempel atau Johnson untuk menyusuri Sungai Digoel, masih ada warga yang tetap setia menggunakan perahu dayung dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Bagi pasangan suami istri Hilarius Yako dan Magdalena Yagiwop, perahu kayu yang mereka gunakan bukan sekadar alat transportasi. Perahu itu telah menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka sejak masih muda hingga kini memasuki usia senja.
Hampir setiap hari, keduanya mendayung menyusuri Sungai Digoel untuk mencari ikan dan menuju kebun. Dari sungai itulah mereka memenuhi kebutuhan keluarga. Sungai bukan hanya tempat mencari nafah, tetapi juga ruang kehidupan yang telah mereka kenal selama puluhan tahun.
Perahu kayu yang mereka gunakan tetap setia mengantar melintasi aliran Sungai Digoel, baik saat musim hujan ketika debit air meningkat maupun saat musim kemarau ketika permukaan sungai surut dan hamparan pasir mulai terlihat di tepian.
Hilarius Yako mengaku tidak pernah berpikir meninggalkan perahu dayung yang selama ini menjadi teman dalam setiap perjalanan.
"Perahu ini sudah bersama kami dari muda sampai sekarang kami sudah tua. Saya dan istri setiap hari mencari ikan dan pergi ke kebun dengan perahu ini. Musim hujan, musim kemarau, air naik atau air surut, kami tetap mencari makan untuk keluarga," ujarnya.
Menurutnya, meski kini banyak masyarakat beralih menggunakan perahu bermesin, dirinya tetap memilih mempertahankan perahu dayung karena telah menjadi bagian dari keseharian mereka.
"Kalau perahu ini rusak, saya perbaiki sendiri supaya bisa dipakai lagi. Sekarang memang banyak orang memakai perahu Johnson, tetapi kami tetap memakai perahu dayung karena sudah terbiasa. Perahu ini yang mengantar kami mencari ikan, ke kebun, lalu kembali ke rumah,"katanya.
Magdalena Yagiwop mengatakan sejak menikah hingga sekarang, kehidupan mereka tidak pernah lepas dari Sungai Digoel. Setiap hari mereka mendayung bersama untuk mencari ikan maupun menuju kebun sebagai sumber penghidupan keluarga.
Di tengah perkembangan teknologi transportasi sungai, pasangan ini tetap mempertahankan cara hidup yang telah mereka jalani selama bertahun-tahun. Bagi mereka, perahu dayung bukan sekadar sarana untuk menyeberangi sungai, melainkan bagian dari keseharian yang terus dijalani dengan penuh ketekunan.
Pemandangan seperti ini masih dapat dijumpai di beberapa bagian Sungai Digoel. Di atas aliran sungai, perahu-perahu dayung masih bergerak mengangkut hasil tangkapan ikan, hasil kebun, serta menjadi penghubung masyarakat dengan aktivitas sehari-hari.
Selama Sungai Digoel terus mengalir, perahu dayung masih akan menjadi bagian dari kehidupan sebagian masyarakat yang menggantungkan hidup di sungai. Di balik setiap kayuhan, tersimpan kisah tentang kerja keras, kesederhanaan, dan kesetiaan menjalani cara hidup yang telah mereka pertahankan selama puluhan tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....