Busana Adat Papua Tak Sekedar Kostum, tapi Sarana Pendidikan Budaya

  • 05 Mei 2026 11:46 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Busana dalam praktik seni budaya di sekolah tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap penampilan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran penting bagi siswa dalam memahami nilai dan makna budaya.

Hal tersebut disampaikan oleh pelatih tari sekaligus guru, Valerius Oskar Dumatubun, saat mendampingi siswa dalam kegiatan praktik seni budaya di Boven Digoel yang menjadi bagian dari penilaian pembelajaran.

Menurutnya, pemilihan busana disesuaikan dengan jenis tarian yang dibawakan, yakni tarian kreasi kolaborasi Papua Selatan dan Papua Utara. Setiap busana memiliki makna yang mencerminkan pesan dalam penampilan siswa.

“Busana yang digunakan bukan hanya untuk keindahan, tetapi juga memiliki makna yang berkaitan dengan tarian tersebut, baik dari segi warna maupun bentuknya,” ujar Oskar, Rabu 28 April 2026.

Ia menjelaskan, melalui busana, siswa dapat belajar mengenal identitas budaya serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Pembelajaran seni tidak hanya berfokus pada gerakan tari, tetapi juga pemahaman makna di balik setiap unsur yang ditampilkan.

“Kami ingin siswa tidak hanya mampu menari, tetapi juga memahami makna dari apa yang mereka tampilkan, termasuk busana yang dikenakan,” jelasnya.

Dalam praktiknya, busana menjadi salah satu unsur penting yang mendukung penampilan sekaligus menjadi bagian dari penilaian. Siswa laki-laki mengenakan mahkota bulu kasuari, hiasan tubuh bermotif khas, cawat, serta perlengkapan seperti parang yang mencerminkan kekuatan dan keberanian.

Sementara itu, siswa perempuan menggunakan noken, tusuk konde, serta busana bermotif Papua yang melambangkan kelembutan, keindahan, dan peran perempuan dalam kehidupan masyarakat.

Oskar menambahkan, siswa terlihat antusias saat mengenakan busana tari karena turut meningkatkan rasa percaya diri mereka saat tampil di depan umum.

“Busana turut mendukung ekspresi dan kepercayaan diri siswa saat tampil,” tambahnya.

Ia berharap, melalui pembelajaran ini, siswa dapat lebih menghargai dan mencintai budaya daerah sejak dini serta turut melestarikannya di masa depan.

“Harapannya, anak-anak dapat memahami dan bangga dengan budaya sendiri,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....