Aksesoris Pengantin Wanita Bukti Kekayaan Budaya Indonesia

  • 03 Mei 2026 19:57 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, salah satu yang bisa dilihat tercermin dari salah satunya perhiasan pengantin wanita. Pernikahan menjadi momen sakral, penuh bahagia dan bagi kedua belah pihak ingin terlihat lebih menarik dari hari biasanya. Dari sisi budget beberapa calon pengantin rela merogoh kantong lebih, untuk menyewa atau membeli busana beserta perlengkapan penunjang seperti aksesoris yang akan dikenakan di hari H. Busana berserta aksesoris yang dikenakan dari pengantin melekat dari daerah asalnya. biasanya Setiap daerah memiliki makna filosofis tersendiri dalam setiap aksesori yang dikenakan diantaranya:

1. Sumatera: Kemegahan Emas

  • Suntiang (Minangkabau, Sumatera Barat): Hiasan kepala bertingkat berwarna emas atau perak. Beratnya yang bisa mencapai beberapa kilogram melambangkan beratnya tanggung jawab yang akan dipikul seorang istri.
  • Paksian (Bangka Belitung): Mahkota emas dengan ornamen khas yang dipadukan dengan ronce bunga melati, menunjukkan pengaruh akulturasi budaya Tionghoa dan Arab.

2. Jawa: Kesantunan dan Simbolisme

  • Cunduk Mentul (Jawa Tengah & Yogyakarta): Hiasan kepala yang dipasang di sanggul. Jumlahnya biasanya ganjil (1, 3, 5, 7, atau 9). Angka 7 (pitu) melambangkan pitulungan (pertolongan), sedangkan angka 9 melambangkan Wali Songo.
  • Siger (Sunda, Jawa Barat): Mahkota logam (biasanya campuran kuningan atau emas) yang melambangkan kearifan, kehormatan, dan sifat bijaksana yang harus dimiliki seorang wanita.

3. Bali: Estetika dan Spiritual

  • Payas Agung: Pengantin wanita Bali menggunakan mahkota tinggi yang terbuat dari susunan bunga emas (petitis dan tajug). Perhiasan ini melambangkan kemewahan sekaligus penghormatan kepada nilai-nilai spiritual dan status sosial.

4. Sulawesi: Keanggunan Bugis-Makassar

  • Simpolong Rattong: Hiasan kepala pada pengantin Bugis yang dilengkapi dengan pinang goyang (hiasan yang bergerak-gerak).
  • Baju Bodo dengan Perhiasan Megah: Dilengkapi dengan kalung berantai (rante cekke), gelang besar (ponto bossi), dan anting panjang yang melambangkan kemuliaan keluarga.

5. Nusa Tenggara & Papua: Material Alam dan Emas

  • Mamuli (Sumba, NTT): Perhiasan khas yang sering dijadikan mas kawin, melambangkan rahim wanita dan kesuburan.
  • Sali & Hiasan Cendrawasih (Papua): Selain logam, pengantin di berbagai suku di Papua menggunakan perhiasan dari manik-manik, gigi hewan, atau bulu burung cendrawasih yang melambangkan kedekatan dengan alam dan keagungan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....