Kenapa Bau Makanan Bisa Membuat Kita Cepat Lapar?
- 29 Sep 2026 20:53 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Pernah sedang tidak merasa lapar, lalu tiba-tiba perut terasa ingin diisi setelah mencium aroma makanan? Bau ayam goreng, mi yang baru matang, atau masakan dari dapur sering kali cukup untuk membangkitkan selera. Menariknya, reaksi tersebut dapat muncul bahkan sebelum makanan masuk ke mulut. Aroma yang kita hirup ternyata mampu memberi sinyal kepada otak bahwa ada makanan yang mungkin segera dikonsumsi.
Ketika mencium aroma makanan, molekul dari makanan masuk ke hidung dan ditangkap oleh reseptor penciuman. Sinyal tersebut kemudian diteruskan ke otak, termasuk bagian yang berkaitan dengan ingatan, emosi, dan pengaturan nafsu makan. Karena itu, aroma makanan tertentu dapat membangkitkan kenangan tentang rasa dan pengalaman saat menyantap makanan tersebut. Semakin familiar dan menggugah aromanya, semakin mudah pula selera makan muncul.
Tubuh juga dapat memberikan respons sebelum makanan benar-benar dikonsumsi. Aroma yang menggugah selera dapat membuat mulut menghasilkan lebih banyak air liur dan tubuh mulai bersiap menerima makanan. Bagi otak, aroma tersebut menjadi semacam tanda bahwa makanan tersedia. Itulah sebabnya seseorang yang awalnya merasa biasa saja bisa mendadak ingin makan ketika melewati warung atau mencium masakan yang sedang dimasak.
Namun, rasa lapar yang muncul karena aroma tidak selalu berarti tubuh benar-benar membutuhkan makanan. Dalam beberapa situasi, aroma hanya memicu nafsu makan atau keinginan untuk menikmati makanan tertentu. Jadi, jika tiba-tiba merasa lapar ketika mencium aroma makanan, itu bukan sekadar godaan dari perut. Hidung dan otak juga ikut memainkan peran dalam membangkitkan selera makan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....