Mengupas Mitos Potong Kuku Malam Hari dari Sisi Logis dan Sejarah
- 01 Agt 2026 21:10 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Sebagian besar dari kita pasti pernah mendengar larangan memotong kuku di malam hari saat kecil. Petuah kuno ini kerap disertai dengan ancaman yang menakutkan, mulai dari mendatangkan nasib buruk, memperpendek umur, hingga memanggil makhluk halus. Meskipun terdengar tidak masuk akal di zaman sekarang, larangan tersebut melekat sangat kuat dalam memori kolektif masyarakat. Namun, jika kita bersedia menelusuri akar sejarahnya, pantangan ini sebenarnya bukanlah hal mistis, melainkan bentuk kearifan lokal yang sangat masuk akal pada zamannya.
Secara historis, tradisi ini lahir pada era ketika teknologi penerangan belum secanggih sekarang. Sebelum adanya listrik, masyarakat mengandalkan lampu minyak, lilin, atau obor yang menghasilkan cahaya sangat terbatas di malam hari. Di samping itu, alat pemotong kuku modern yang aman dan praktis seperti yang kita kenal saat ini belum diciptakan. Orang-orang zaman dahulu umumnya menggunakan pisau kecil, silet, atau bahkan pisau besar untuk merapikan kuku mereka.
Kombinasi antara alat tajam yang belum terstandarisasi dan penerangan yang minim tentu menciptakan risiko bahaya yang sangat tinggi. Memotong kuku dalam kondisi remang-remang sangat rentan memicu kecelakaan, seperti jari yang teriris atau luka terpotong yang cukup dalam. Pada masa itu, luka kecil sekalipun berpotensi menjadi infeksi serius karena keterbatasan fasilitas medis dan obat anti-infeksi. Oleh karena itu, larangan ini murni diciptakan sebagai tindakan pencegahan demi keselamatan fisik masyarakat.
Lantas, mengapa para leluhur harus membungkus peringatan logis ini dengan mitos dan cerita seram? Jawabannya terletak pada metode komunikasi masyarakat tradisional. Orang tua zaman dahulu menyadari bahwa menakut-nakuti anak dengan alasan gaib jauh lebih efektif untuk memberikan efek jera secara instan dibandingkan memberikan penjelasan logis yang rumit. Rasa takut terhadap hal gaib dipandang sebagai "rem" paling manjur agar anak-anak tidak nekat bermain dengan benda tajam di kegelapan.
Mitos larangan memotong kuku di malam hari adalah bukti betapa cerdasnya nenek moyang kita dalam mengemas pesan keselamatan. Kini, dengan hadirnya pemotong kuku yang aman serta penerangan lampu listrik yang benderang di setiap rumah, risiko fisik tersebut praktis sudah tidak ada lagi. Memahami latar belakang sejarah di balik mitos ini membantu kita menghargai kearifan masa lalu tanpa harus terus terbayang-bayang oleh rasa takut yang tidak beralasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....