Mengapa ada Misa 40 Hari? Ini Penjelasanya

  • 02 Mei 2026 19:08 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Peringatan 40 hari setelah seseorang meninggal dunia merupakan salah satu tradisi yang dikenal dalam kehidupan umat Katolik. Pada momen ini, keluarga biasanya mengadakan doa bersama atau Misa sebagai bentuk penghormatan sekaligus mendoakan jiwa yang telah berpulang.

Tradisi ini bukan tanpa dasar. Dalam Kitab Suci, angka 40 memiliki makna khusus yang sering dikaitkan dengan masa persiapan, pemurnian, dan perubahan menuju kehidupan baru.

Beberapa peristiwa penting dalam Alkitab menunjukkan hal tersebut. Yesus Kristus berpuasa selama 40 hari di padang gurun sebelum memulai karya-Nya. Selain itu, setelah kebangkitan, Ia menampakkan diri kepada para murid selama 40 hari sebelum naik ke surga.

Dilansir dari Catholic Answers, angka 40 melambangkan suatu periode yang lengkap dan membawa perubahan penting dalam kehidupan rohani. Hal serupa juga dijelaskan oleh Eternal Word Television Network bahwa angka ini sering digunakan dalam Kitab Suci sebagai tanda masa pencobaan dan pemurnian sebelum memasuki tahap baru.

Dalam ajaran Gereja Katolik, mendoakan orang yang telah meninggal merupakan bagian penting dari iman. Melalui Misa, umat percaya bahwa doa yang dipanjatkan dapat membantu jiwa yang telah berpulang dalam proses penyucian menuju kehidupan kekal bersama Tuhan.

Di Indonesia, peringatan 40 hari juga dipengaruhi oleh budaya lokal. Namun Gereja menegaskan bahwa makna utamanya tetap sebagai doa kepada Tuhan, bukan sebagai ritual yang bertentangan dengan iman Kristiani.

Dengan demikian, Misa 40 hari bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki makna iman yang mendalam. Selain sebagai doa bagi yang meninggal, momen ini juga menjadi kesempatan bagi keluarga untuk saling menguatkan dan belajar menerima kehilangan dengan penuh harapan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....