Dari Emaus ke Iman, Belajar Mengenal Tuhan dalam Kehidupan Sehari-hari
- 21 Apr 2026 16:16 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Penyuluh Agama Katolik, Yulius Woi, mengajak umat katolik untuk belajar mengenal Tuhan dalam kehidupan sehari-hari melalui refleksi kisah perjalanan dua murid ke Emaus dalam Injil Lukas (Luk. 24:13–35).
Ajakan tersebut disampaikan dalam Mutiara pagi Katolik, Minggu 19 April 2026 dengan tema “Melalui Perayaan Ekaristi kita dituntut Allah untuk mengenal Putra-nya secara lebih sempurna”
Dalam penjelasannya, Yulius mengungkapkan bahwa kisah perjalanan ke Emaus menggambarkan kondisi manusia yang sering diliputi kesedihan dan kekecewaan, sehingga tidak mampu mengenali kehadiran Yesus Kristus yang sebenarnya hadir dan berjalan bersama.
Ia menjelaskan, kedua murid yang berjalan menuju Emaus tidak menyadari bahwa Yesus yang telah bangkit hadir di tengah mereka. Hal ini menunjukkan adanya “kebutaan rohani” akibat rasa putus asa setelah peristiwa penyaliban.
Dalam perjalanan tersebut, Yesus menjelaskan Kitab Suci kepada mereka. Namun, para murid baru mengenali-Nya saat Ia memecah-mecahkan roti. Peristiwa ini menjadi tanda bahwa Tuhan sering hadir dalam hal-hal sederhana, terutama dalam sabda dan perayaan Ekaristi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa melalui Ekaristi, umat tidak hanya mengenang peristiwa iman, tetapi juga dituntun untuk semakin mengenal Tuhan secara mendalam dalam kehidupan nyata.
Kisah Emaus juga menjadi gambaran perubahan iman para murid. Dari yang semula putus asa dan ingin kembali ke kehidupan lama, mereka berubah menjadi saksi yang penuh semangat setelah mengalami perjumpaan dengan Tuhan.
Melalui renungan ini, umat diajak untuk menyadari bahwa kebangkitan Kristus bukan hanya peristiwa masa lalu, tetapi pengalaman iman yang terus hidup dalam kehidupan sehari-hari. Dengan hati yang terbuka, umat diharapkan mampu mengenal Tuhan yang hadir dalam setiap perjalanan hidup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....