Oktaf Paskah, Delapan Hari Sukacita Kebangkitan Kristus

  • 13 Apr 2026 09:22 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Dalam tradisi Gereja Katolik, perayaan Paskah tidak berhenti hanya pada satu hari. Gereja justru memperpanjang sukacita kebangkitan Kristus melalui masa khusus yang dikenal sebagai Oktaf Paskah.

Kata “oktaf” berasal dari bahasa Latin octavus yang berarti delapan. Oktaf Paskah merupakan periode delapan hari berturut-turut yang dimulai dari Minggu Paskah hingga Minggu berikutnya, yang dikenal sebagai Minggu Kerahiman Ilahi. Seluruh rangkaian ini dirayakan seolah-olah sebagai satu hari raya yang panjang.

Dilansir dari akun Instagram Iman Katolik (@iman_katolik), terdapat beberapa poin penting untuk memahami makna Oktaf Paskah.

  1. Angka delapan dalam tradisi Kristiani melambangkan “hari kedelapan” atau ciptaan baru. Jika penciptaan berlangsung selama tujuh hari, maka kebangkitan Kristus menjadi awal kehidupan baru yang melampaui waktu.
  2. Selama Oktaf Paskah, liturgi Gereja dirayakan secara istimewa. Setiap hari, mulai Senin hingga Sabtu, memiliki derajat perayaan setara hari raya. Madah kemuliaan atau Gloria tetap dinyanyikan, dan seruan Alleluia terus dikumandangkan sebagai tanda kemenangan Kristus atas maut.
  3. Bacaan Injil dalam masa ini juga berfokus pada kisah penampakan Yesus setelah kebangkitan-Nya, seperti kepada Maria Magdalena, perjalanan ke Emaus, serta penampakan kepada para murid di Yerusalem.
  4. Puncak Oktaf Paskah jatuh pada Minggu Kerahiman Ilahi yang ditetapkan oleh Paus Yohanes Paulus II. Pada hari ini, umat diajak merenungkan kasih dan pengampunan Allah yang tanpa batas.

Oktaf Paskah merupakan bagian dari masa Paskah yang lebih panjang, yakni 50 hari hingga perayaan Pentakosta. Melalui perayaan ini, umat diingatkan bahwa kebangkitan Kristus menjadi sumber harapan dan sukacita dalam kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....