Kenapa Air Hujan Tidak Asin Padahal Berasal dari Laut? Ini Penjelasannya!
- 31 Mar 2026 04:02 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Air hujan sering kali dianggap sebagai air yang “murni”, meskipun asalnya dari laut yang rasanya asin. Hal ini mungkin terdengar membingungkan bagi sebagian orang. Bagaimana mungkin air yang berasal dari laut bisa berubah menjadi tidak asin saat turun sebagai hujan? Jawabannya terletak pada proses alami yang terjadi di bumi, yaitu siklus air.
Ketika sinar matahari memanaskan permukaan laut, air akan menguap dan berubah menjadi uap air yang naik ke atmosfer. Dalam proses ini, hanya molekul air yang ikut menguap, sementara garam dan mineral lainnya tertinggal di laut. Inilah kunci utama mengapa air hujan tidak membawa rasa asin, karena zat yang menyebabkan rasa asin tidak ikut terbawa ke udara.
Setelah naik ke atmosfer, uap air akan mengalami pendinginan dan berubah menjadi titik-titik air kecil yang membentuk awan. Proses ini disebut kondensasi. Ketika awan sudah terlalu penuh, titik-titik air tersebut akan jatuh ke bumi sebagai hujan. Karena berasal dari uap air yang sudah “dipisahkan” dari garam, maka air hujan yang turun tetap terasa tawar.
Namun, air hujan yang sampai ke permukaan bumi tidak selalu sepenuhnya bersih. Saat jatuh melalui udara, air hujan bisa menangkap partikel seperti debu, asap atau polutan. Itulah sebabnya kualitas air hujan bisa berbeda-beda tergantung kondisi lingkungan di sekitarnya, terutama di daerah perkotaan yang padat.
Melalui proses ini, alam menunjukkan bagaimana sistemnya bekerja dengan sangat teratur dan seimbang. Air laut yang asin dapat berubah menjadi air hujan yang tidak asin, lalu kembali lagi ke laut melalui sungai dan aliran lainnya. Siklus ini terus berlangsung tanpa henti dan menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan di bumi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....