Mengapa Senja Lebih Disukai daripada Fajar?

  • 30 Mar 2026 19:19 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Kebanyakan orang merasa lebih tertarik menikmati senja dibandingkan fajar. Momen matahari terbenam sering dianggap lebih romantis, hangat, dan menenangkan. Padahal, fajar atau matahari terbit juga memiliki keindahan yang tidak kalah memukau. Lalu, apa yang membuat senja terasa lebih istimewa di mata banyak orang?

Salah satu alasannya berkaitan dengan kebiasaan dan ritme kehidupan manusia. Sebagian besar orang menjalani aktivitas sejak pagi hingga sore hari. Ketika senja tiba, tubuh dan pikiran mulai memasuki fase istirahat. Suasana ini membuat orang lebih siap secara mental untuk menikmati keindahan langit, berbeda dengan fajar yang sering terlewat karena masih terlelap atau terburu-buru memulai aktivitas.

Selain itu, senja sering dikaitkan dengan emosi yang lebih dalam. Warna langit yang hangat seperti jingga, merah, dan ungu memberikan efek menenangkan sekaligus reflektif. Banyak orang menggunakan waktu ini untuk merenung, bersantai, atau sekadar melepas penat setelah seharian beraktivitas. Tidak heran jika senja sering dianggap lebih “bermakna” secara emosional.

Faktor sosial juga turut memengaruhi. Senja kerap dijadikan momen berkumpul, berjalan santai, atau menikmati waktu bersama orang terdekat. Banyak destinasi wisata bahkan menjadikan pemandangan matahari terbenam sebagai daya tarik utama. Sebaliknya, fajar identik dengan suasana yang lebih sunyi dan pribadi, sehingga tidak semua orang memiliki kesempatan atau kebiasaan untuk menikmatinya.

Meski demikian, bukan berarti fajar kalah indah. Hanya saja, waktu dan kondisi yang membuat senja lebih mudah diakses dan dinikmati oleh kebanyakan orang.

Baik senja maupun fajar, keduanya memiliki pesonanya tersendiri. Pilihan untuk menyukai salah satunya sering kali dipengaruhi oleh kebiasaan, emosi, dan cara setiap orang menikmati momen dalam hidupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....