Puasa Katolik Tidak Dibatasi Jam Melainkan Fokus Pertobatan
- 05 Mar 2026 19:01 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Masa Prapaskah menjadi waktu penting bagi umat Katolik untuk memperdalam iman melalui doa, puasa, dan perbuatan kasih. Namun di tengah umat masih sering muncul pertanyaan, puasa Katolik sebenarnya dimulai dari jam berapa dan berakhir pada jam berapa.
Dalam ajaran Gereja Katolik, puasa tidak diatur berdasarkan jam tertentu seperti harus dimulai tengah malam atau berakhir pada sore hari. Gereja justru menekankan makna puasa sebagai latihan rohani untuk mengendalikan diri dan mendekatkan hati kepada Tuhan.
Aturan puasa Katolik cukup sederhana. Umat diperbolehkan makan satu kali sampai kenyang dan dua kali makan kecil seperlunya dalam satu hari. Ketentuan ini biasanya dijalankan secara khusus pada Rabu Abu dan Jumat Agung sebagai bagian dari penghayatan iman menjelang Paskah.
Dilansir dari akun Instagram Iman Katolik, puasa bukan sekadar soal menahan lapar dalam hitungan waktu. Puasa merupakan latihan untuk menempatkan Tuhan di atas kenyamanan diri serta membangun sikap pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, Gereja tidak menekankan aturan jam yang kaku. Umat justru diajak untuk belajar kebebasan yang bertanggung jawab dalam menjalankan puasa. Yang terpenting bukan seberapa lama seseorang menahan lapar, tetapi ketulusan hati untuk bertobat dan memperbarui diri.
Melalui puasa di masa Prapaskah, umat diajak menyadari bahwa Tuhan lebih penting daripada keinginan pribadi, sehingga puasa menjadi sarana untuk memperdalam iman dan mendekatkan diri kepada-Nya.