Ada 7 Hari dalam Seminggu, Bagaimana Asal Mulanya?
- 28 Sep 2025 19:43 WIB
- Bovendigoel
KBRN, Boven Digoel: Siklus tujuh hari dalam seminggu telah menjadi bagian dari rutinitas hidup manusia di seluruh dunia. Mulai dari bekerja, sekolah, ibadah, hingga beristirahat, semua terjadwal berdasarkan sistem ini.
Namun, pernahkah Anda bertanya mengapa satu minggu terdiri dari tujuh hari?
Melansir dari Live science, sistem tujuh hari dalam seminggu berasal dari bangsa Babilonia pada sekitar abad ke-6 Sebelum Masehi. Mereka dikenal sebagai pengamat langit yang cermat, dan percaya bahwa ada tujuh benda langit utama yang mengendalikan waktu dan kehidupan: Matahari, Bulan, Mars, Merkurius, Jupiter, Venus, dan Saturnus. Dari keyakinan inilah, konsep tujuh hari mulai terbentuk.
Sumber sejarah menyebutkan bahwa sistem ini berakar dari kalender Babilonia yang terinspirasi dari kalender Sumeria, yang lebih tua dan telah digunakan sejak abad ke-21 SM. Mereka membagi siklus bulan yang berlangsung sekitar 29,5 hari menjadi empat bagian utama. Masing-masing bagian sekitar tujuh hari, mencerminkan fase-fase bulan: bulan baru, kuartal pertama, bulan purnama, dan kuartal ketiga.
Pada awalnya, hari-hari dalam seminggu belum memiliki nama seperti sekarang. Mereka hanya menyebutnya hari pertama, hari kedua, dan seterusnya. Barulah kemudian, dalam perkembangan sejarah khususnya saat pengaruh Romawi menyebar hari-hari diberi nama sesuai dewa dan benda langit, seperti Sunday (hari Matahari), Monday (hari Bulan), dan seterusnya.
Sebelum sistem tujuh hari ini menyebar luas, peradaban lain memiliki sistem pekan yang berbeda. Ada yang menggunakan lima hari dalam seminggu, ada pula yang menggunakan sepuluh. Namun karena pengaruh budaya Babilonia yang kuat dalam bidang astronomi dan spiritual, sistem ini akhirnya diadopsi oleh banyak bangsa, termasuk oleh Yahudi, Yunani, Romawi, hingga ke dunia modern seperti sekarang.
Hingga saat ini, hampir seluruh dunia tetap menggunakan sistem tujuh hari dalam seminggu baik dalam kalender Masehi, Islam, maupun kalender internasional lainnya.
Sistem tujuh hari dalam seminggu bukan sekadar pembagian waktu, melainkan bagian dari sejarah panjang yang terus mengiringi keseharian kita hingga kini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....