Mengapa Mulut Berwarna Merah saat Makan Buah Pinang?

  • 11 Agt 2025 08:36 WIB
  •  Bovendigoel

KBRN, Boven Digoel: Fenomena mulut menjadi merah setelah mengunyah buah pinang bukan hal yang asing, terutama di kalangan masyarakat Papua dan wilayah timur Indonesia lainnya. Tradisi mengunyah pinang, kapur, dan daun sirih memang sudah menjadi bagian dari budaya setempat. Namun, tak sedikit yang bertanya-tanya mengapa warna merah pekat muncul di mulut setelah mengunyahnya?

Warna merah tersebut ternyata merupakan hasil reaksi kimia alami. Saat buah pinang dikunyah bersama daun sirih dan sedikit kapur (biasanya berupa kapur sirih atau lime), terjadi reaksi antara tanin dalam pinang dan senyawa alkali dari kapur.

Tanin merupakan senyawa fenolik yang bersifat astringen dan banyak terdapat dalam pinang mentah. Ketika bercampur dengan kapur sirih, senyawa ini mengalami oksidasi dan menghasilkan warna merah tua yang khas.

Tak hanya warna, sensasi hangat atau pedas yang muncul saat mengunyah juga berasal dari reaksi kimia tersebut. Kombinasi bahan ini diketahui dapat merangsang produksi air liur dan memberikan efek menyegarkan atau “menyentak,” yang banyak disukai oleh para penggunanya.

Penelitian yang dimuat dalam Asian Pacific Journal of Cancer Prevention menyebutkan bahwa aktivitas mengunyah pinang bersama sirih dan kapur tidak hanya menghasilkan efek pewarnaan alami di rongga mulut, tetapi juga memicu pelepasan zat alkaloid seperti arekolin. Zat ini bersifat stimulan ringan dan menjadi salah satu alasan kenapa kebiasaan mengunyah pinang terasa “menyenangkan” bagi sebagian orang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....