Menatap Masa Depan Anak Disabilitas saat Pendampingan Orang Tua Terbatas
- 22 Sep 2026 10:02 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Pembahasan mengenai anak penyandang disabilitas umumnya berkaitan dengan pendidikan, terapi, kesehatan, dan pola pengasuhan sehari-hari. Namun, ada hal penting yang juga perlu dipikirkan sejak dini, yakni kesiapan anak menghadapi masa depan ketika orang tua tidak lagi mampu mendampingi secara penuh. Persoalan ini menjadi perhatian dalam program Ruang Disabilitas dan Inklusi di Pro 1 RRI Boven Digoel yang mengajak orang tua untuk mulai memikirkan kemandirian anak dalam jangka panjang.
Seiring bertambahnya usia anak, kebutuhan dan tanggung jawabnya juga akan berkembang. Di sisi lain, orang tua pun mengalami perubahan usia dan kondisi fisik. Karena itu, kemampuan anak untuk melakukan berbagai aktivitas sesuai dengan potensi dan kebutuhannya perlu dilatih secara bertahap. Kemandirian tidak selalu berarti mampu melakukan semuanya sendiri, tetapi dapat dimulai dari hal sederhana, seperti merawat diri, berkomunikasi, mengambil keputusan sederhana, dan mengenali lingkungan sekitar.
Narasumber dalam program tersebut, Putra Pratama, yang merupakan orang tua dari anak penyandang disabilitas, turut membagikan pengalamannya dalam mendampingi anak. Menurutnya, kasih sayang orang tua perlu berjalan beriringan dengan upaya mempersiapkan anak menghadapi kehidupan di masa mendatang. "Sebagai orang tua tentu kita berharap bisa terus mendampingi anak-anak, tetapi waktu terus berjalan, anak bertambah dewasa, orang tua pun bertambah usia. Lalu, sudahkah kita mempersiapkan anak untuk suatu hari nanti bisa menjalani kehidupannya sendiri?" ujar pembawa acara, Tari, membuka diskusi pada Sabtu, 19 September 2026.
Persiapan tersebut dapat dilakukan sejak anak masih kecil melalui kebiasaan sederhana di rumah. Orang tua dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba melakukan sesuatu sendiri, sambil tetap memberikan bantuan ketika diperlukan. Selain keterampilan sehari-hari, pendidikan, kemampuan berkomunikasi, interaksi sosial, dan pengembangan potensi juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masa depan anak. Setiap anak memiliki kemampuan dan kebutuhan yang berbeda sehingga proses pendampingannya pun perlu disesuaikan.
Mempersiapkan masa depan anak penyandang disabilitas bukan berarti mengurangi peran orang tua dalam mendampingi anak. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bagian dari kasih sayang agar anak memiliki bekal untuk menjalani kehidupan dengan lebih percaya diri dan sesuai dengan kemampuannya. Dukungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan berbagai pihak juga diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang inklusif sehingga anak penyandang disabilitas memiliki kesempatan untuk berkembang dan berpartisipasi secara setara di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....