Menyikapi Perbedaan Pendapat agar Tidak Menjadi Konflik
- 26 Agt 2026 19:36 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Perbedaan pendapat merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bermasyarakat. Di tengah keberagaman agama, suku, budaya dan latar belakang, perbedaan pandangan menjadi sesuatu yang wajar. Namun, perbedaan tersebut perlu disikapi dengan bijak agar tidak berkembang menjadi pertengkaran maupun konflik.
Dalam siaran Moderasi Beragama RRI Boven Digoel, Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Boven Digoel, Meri Viktoria Boling, S.Th, menjelaskan bahwa menghargai perbedaan pendapat membutuhkan kecerdasan emosional serta komunikasi yang baik.
Menurut Meri, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengendalikan emosi dan ego masing-masing. Ketika terjadi perbedaan pandangan, masyarakat hendaknya tidak terburu-buru memberikan tanggapan, tetapi terlebih dahulu mendengarkan pendapat orang lain secara utuh.
"Ketika ada masalah, kita dengarkan dulu secara utuh. Fokus untuk memahami maksud lawan bicara kita, bukan sekadar mencari celah untuk memenangkan argumen," jelas Meri.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari nada bicara yang merendahkan. Nada suara yang tinggi maupun penggunaan kata-kata kasar dapat memperkeruh suasana dan memicu pertengkaran. Karena itu, perbedaan pendapat sebaiknya disampaikan dengan tenang dan menggunakan bahasa yang tetap menghargai orang lain.
Selain itu, Meri menekankan pentingnya memisahkan persoalan dengan pribadi seseorang. Artinya, ketika terjadi perbedaan pendapat, masyarakat harus fokus menyelesaikan masalah yang sedang dibicarakan, bukan menyerang atau menyalahkan pribadi orang yang memiliki pandangan berbeda.
"Jadi, kita fokus pada masalahnya, bukan pada orangnya. Jangan sampai perbedaan pendapat membuat hubungan kita yang awalnya baik menjadi rusak," ungkapnya.
Meri berharap masyarakat dapat menjadikan perbedaan pendapat sebagai bagian dari proses membangun komunikasi yang sehat. Dengan mengendalikan emosi, mendengarkan dengan baik, menjaga tutur kata dan fokus pada persoalan, perbedaan dapat diselesaikan secara damai tanpa mengorbankan kerukunan.
Sikap tersebut menjadi salah satu bentuk nyata moderasi beragama, yakni menghargai perbedaan, menjaga hubungan baik, dan mengutamakan kedamaian dalam kehidupan bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....