Berbagi tanpa Memandang Perbedaan, Wujud Nyata Moderasi Beragama

  • 26 Agt 2026 19:34 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Hidup berdampingan dalam masyarakat yang beragam membutuhkan sikap saling menghargai dan kepedulian tanpa memandang perbedaan agama, suku, ras maupun budaya. Hal sederhana yang dapat dilakukan adalah membantu sesama ketika membutuhkan pertolongan, termasuk kepada tetangga yang berbeda keyakinan.

Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Boven Digoel, Meri Viktoria Boling, S.Th, dalam siaran Moderasi Beragama Pro 1 RRI Boven Digoel Selasa 25 Agustus 2026, menegaskan bahwa membantu tetangga yang berbeda keyakinan merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai agama dalam tindakan nyata.

Menurut Meri, ketika seseorang berada dalam kesusahan atau membutuhkan bantuan, perbedaan keyakinan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk memberikan pertolongan. Sikap tersebut perlu dilakukan dengan ketulusan tanpa membeda-bedakan latar belakang orang yang dibantu.

"Ketika kita memberikan bantuan, kita tidak perlu melihat apakah dia berbeda suku, berbeda ras, atau berbeda dengan kita. Kita harus membantunya dengan ketulusan," ujar Meri.

Ia menjelaskan, dalam ajaran Kristen, sikap tersebut dapat diwujudkan dengan mengikuti teladan Tuhan Yesus melalui penerapan nilai kasih. Kasih kepada sesama dilakukan tanpa syarat dan tanpa mengharapkan orang lain membalas kebaikan yang telah diberikan.

Selain membantu dengan tulus, Meri juga mengajak masyarakat untuk menjadi pembawa damai di tengah kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, membawa damai merupakan salah satu bentuk nyata dalam mengimplementasikan nilai toleransi dan keramahan kepada orang-orang yang berbeda keyakinan.

Meri menekankan bahwa membantu orang lain juga tidak boleh disertai dengan paksaan untuk mengikuti keyakinan tertentu. Kebaikan yang diberikan tidak boleh menjadi alasan untuk memengaruhi atau memaksa orang lain berpindah keyakinan.

"Jadi saat kita membantu mereka, kita tidak boleh memaksa. Kita tidak mengatakan, 'Saya sudah bantu kamu, jadi kamu harus mengikuti keyakinan saya.' Kita tidak boleh memaksa orang lain," jelasnya.

Ia berharap masyarakat dapat terus membangun kehidupan yang rukun dengan menjadikan nilai kasih, toleransi, penghormatan terhadap kebebasan berkeyakinan, dan kepedulian terhadap sesama sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, menjadi "garam dan terang" bagi sesama bukan hanya diwujudkan melalui perkataan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang membawa kebaikan, kedamaian, dan kerukunan di tengah masyarakat yang beragam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....