Peran Keluarga Menjadi Pondasi Nilai Agama dan Toleransi Bagi Anak sejak Dini

  • 18 Agt 2026 16:39 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, moral, serta sikap toleransi anak sejak usia dini. Nilai-nilai agama dan penghargaan terhadap perbedaan yang ditanamkan di lingkungan keluarga menjadi bekal bagi anak untuk membangun hubungan yang baik dengan sesama di tengah keberagaman masyarakat.

Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Boven Digoel, Meri Viktoria Boling, S.Th., mengatakan, menanamkan nilai agama dan toleransi kepada anak sejak dini merupakan tanggung jawab setiap keluarga.

Menurut Meri, orang tua tidak hanya berperan mengajarkan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga harus menjadi teladan melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

"Pembentukan pondasi moral dan karakter itu harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Orang tua harus menjadi teladan yang baik dan mengajarkan nilai-nilai keagamaan yang baik bagi setiap anak yang ada di dalam keluarga," kata Meri, Jumat 14 Agustus 2026.

Selain nilai agama, orang tua juga perlu mengenalkan anak pada keberagaman yang ada di lingkungan sekitar. Perbedaan suku, ras, budaya, maupun agama perlu dipahami sebagai bagian yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat.

"Orang tua harus menciptakan lingkungan keluarga menjadi ruang pertama bagi anak untuk mengenal keberagaman. Perbedaan suku, ras, budaya bahkan agama adalah hal yang lumrah dan harus dikenalkan kepada anak-anak," ujarnya.

Meri juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dalam keluarga. Orang tua perlu memberikan ruang kepada anak untuk bertanya mengenai berbagai hal, termasuk perbedaan keyakinan dan persoalan sosial, sehingga anak memperoleh pemahaman yang benar tanpa merasa takut untuk menyampaikan pendapat.

"Ketika anak bertanya terkait perbedaan apa pun kepada kita sebagai orang dewasa, kita perlu memberikan jawaban yang bisa membantu pemahaman mereka terhadap perbedaan-perbedaan tersebut," ungkapnya.

Di tengah perkembangan teknologi, anak juga semakin mudah memperoleh informasi dari lingkungan pergaulan maupun media sosial. Karena itu, orang tua perlu mendampingi anak dalam menyaring informasi dan memberikan penjelasan apabila terdapat informasi yang bertentangan dengan nilai agama dan moral.

"Kita juga harus bijak untuk menyampaikan kepada mereka ketika informasi yang mereka dengarkan bertentangan atau berlawanan dengan ajaran agama atau ajaran moral kita. Dengan jujur, kita sampaikan bahwa apa yang mereka dengarkan adalah informasi yang salah dan tidak perlu disebarluaskan," jelasnya.

Meri berharap keluarga dapat menjadi sekolah pertama bagi anak dalam mengenal nilai agama, kasih, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan. Dengan keteladanan orang tua, komunikasi yang terbuka, serta pendampingan dalam menyaring informasi, anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, beriman, dan mampu hidup berdampingan secara damai di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Boven Digoel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....