Tingkat Kunjungan Meningkat, Pantai Tete Perlu Pembenahan Fasilitas
- 06 Apr 2025 20:33 WIB
- Bone
KBRN, Bone: Usai libur lebaran, Pantai Tete yang terletak di Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, kembali menjadi destinasi favorit bagi masyarakat yang ingin menikmati waktu libur bersama keluarga. Kawasan pantai yang terkenal dengan pasir putihnya ini tampak ramai oleh pengunjung, sebagian di antaranya datang berombongan sambil membawa bekal dan perlengkapan untuk memanggang ikan di tepi pantai.
Salah satu pengunjung, Sanabung, warga Kecamatan Palakka, mengaku telah merencanakan liburannya ke Pantai Tete sejak jauh hari. “Saya datang bersama anak dan cucu-cucu, kami bawa bekal dari rumah karena memang sudah niat ingin menghabiskan waktu seharian di sini. Kami juga sempat bakar ikan bersama di bawah pohon sambil menikmati angin laut. Tempat ini luar biasa indah, terutama saat air laut surut. Anak-anak senang sekali berenang,bisa jalan kaki sampai ke pulau kecil di ujung sana,” tuturnya kepada rri.co.id, Minggu (6/4/2025).
Pantai Tete memang memiliki daya tarik alam yang unik. Ketika air laut surut, permukaan air berubah menjadi hamparan pasir putih yang luas. Yang paling memukau adalah munculnya jalan setapak selebar 3 hingga 5 meter yang membentang hampir satu kilometer, menghubungkan bibir pantai dengan pulau kecil tak berpenghuni yang dikenal dengan nama Pulau Bulu’ Betta’.
Pulau ini kerap menjadi tujuan para wisatawan untuk berjalan kaki menyeberang saat surut, maupun berswafoto dengan latar panorama laut yang memesona. Ketika air kembali pasang, jalan tersebut tertutup, dan satu-satunya akses ke pulau adalah melalui perahu kecil milik warga sekitar.
Selain keindahan alam, suasana pantai yang tenang dan bersih menjadikan tempat ini cocok untuk liburan keluarga. Kegiatan berenang, bermain pasir, dan bersantai di bawah pohon menjadi pemandangan umum sepanjang hari. Banyak keluarga memilih Pantai Tete sebagai tempat untuk mempererat kebersamaan di momen libur panjang.
Namun demikian, keluhan terhadap fasilitas umum masih menjadi catatan penting. Amrah, salah satu pengunjung, menyampaikan keluhan soal terbatasnya air bersih dan fasilitas sanitasi. “Pantainya memang sangat indah, tapi susah air bersih di sini. WC umum ada, bahkan ada beberapa, tapi karena pengunjung yang banyak jadi tetap saja harus antre panjang. Ada sumur juga, tapi kotor, banyak sampahnya, jadi tidak bisa kami pakai. Semoga juga pengunjung lain lebih peka dan tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Para pengunjung berharap perhatian lebih dari pemerintah daerah terhadap pengelolaan Pantai Tete, khususnya dalam peningkatan sarana penunjang seperti toilet bersih, tempat bilas, dan penyediaan air bersih. Dengan pengelolaan yang maksimal, Pantai Tete diyakini dapat menjadi salah satu ikon wisata bahari unggulan di selatan Kabupaten Bone.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....