Suksesnya Usaha Ayam Bakar Renaldy yang Berawal dari Kopi
- 08 Agt 2025 18:04 WIB
- Bone
KBRN,Bone: Dimulai dari niat membuka kedai kopi yang kandas, Reynaldi Safar Rasyid Syah Putra justru membakar peluang lewat ayam bakar Tattunu. Dalam waktu kurang dari enam bulan, ia menggandakan usahanya dari satu outlet menjadi dua, menjual ratusan porsi setiap akhir pekan, dan memikat lidah warga Bone dengan strategi rasa plus promosi digital yang jitu.
Outlet pertama Tattunu berdiri di Jalan Jenderal Sukawati pada Februari 2025. Berawal dari hanya 30 porsi per hari, Reynaldi kini mampu menjual hingga 100 porsi bahkan lebih di malam Minggu. Kesuksesan itu mendorongnya membuka outlet kedua di Jalan Lapawowoi Kr. Sigeri yang resmi beroperasi pada 20 Juli lalu. “Awalnya saya mau buka usaha kopi, tapi karena ada kendala, saya batal. Akhirnya saya pilih ayam bakar, tidak pernah saya bayangkan akan secepat ini perkembangannya,” ungkapnya saat dihubungi rri.co.id, pada Jumat (8/8/2025).
“Tattunu” yang berarti “terbakar” dalam bahasa Bugis sengaja dipilih untuk memancing rasa penasaran calon pembeli untuk mampir. Kemampuan memasak Reynaldi terasah sejak kecil karena terbiasa membantu ibunya di dapur bersama saudara laki-lakinya. “Saya melihat kuliner di Bone sedang berkembang pesat, jadi saya yakin ada peluang besar di sini,” ujarnya.
Sejak awal, strategi pemasaran menjadi senjata utama Tattunu. Reynaldi memanfaatkan media sosial untuk memamerkan menu, suasana, hingga interaksi dengan pelanggan. Konten dibuat setiap hari agar brand tetap segar di ingatan publik. “Saya tidak takut bersaing. Yang kami jual adalah rasa, dan untuk bertahan, kami harus aktif di media sosial,” katanya.
Keunikan lain Tattunu adalah seluruh karyawannya laki-laki, sebagian besar mahasiswa. Menurut Reynaldi, hal ini lebih praktis dalam kerja sama dan membangun tim yang solid. Saat ini, ia mempekerjakan 10 orang untuk dua outletnya. “Menurut saya, laki-laki tidak ribet dan mudah diajak kerja sama dalam bisnis,” jelasnya.
Meski harga bahan baku kerap naik turun, Reynaldi mengaku tidak khawatir karena semua sudah diprediksi dan dihitung dalam HPP. Ia juga terbuka menerima kritik dan saran dari pelanggan untuk menjaga kualitas produk. “Kami sangat terbuka dengan masukan pelanggan untuk terus memperbaiki produk dan layanan,” tambahnya.
Ke depan, Reynaldi berharap Tattunu terus berkembang dan menjadi ikon kuliner Bone. Ia berpesan kepada pelaku UMKM muda agar tidak ragu memulai usaha. “Jangan takut mencoba, karena setiap usaha pasti ada rezekinya,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....