Pawai Obor Warnai Semangat Tahun Baru Islam di Bone
- 27 Jun 2025 07:43 WIB
- Bone
KBRN,Bone: Semarak perayaan tahun baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah terasa kental di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, khususnya di lingkungan Balakang. Ratusan warga, didominasi anak-anak dan remaja, memadati jalan-jalan kampung sambil mengarak obor dalam suasana penuh suka cita.
Tradisi pawai obor ini tidak sekadar seremonial, namun juga menjadi bentuk ekspresi keislaman masyarakat. Sekretaris Prodi Pendidikan Agama Islam IAIN Bone, Dr. Abu Bakar, M.Pd., menilai kegiatan ini sebagai bagian dari pengingat nilai-nilai hijrah. “Ini adalah ekspresi gembira masyarakat dalam menyambut tahun baru Islam. Pawai obor seperti ini sangat penting, terutama untuk mengingatkan mereka yang mungkin tidak sempat ke masjid atau mendengarkan pengumuman,” ungkapnya.
Dr. Abu Bakar menambahkan bahwa Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah menyimpan pesan mendalam. “Makna bulan Muharram itu adalah semangat baru untuk senantiasa beribadah dan berbuat kebajikan. Jangan disalahartikan bahwa malam tahun baru Islam tidak boleh dirayakan. Justru ini momen spiritual untuk memulai hal-hal positif,” jelasnya saat dikonfirmasi rri.co.id, pada jumat(27/6/2025) .
Ia juga menekankan bahwa pergantian tahun Hijriah semestinya diisi dengan aktivitas religius, bukan euforia duniawi seperti yang lazim terjadi saat tahun baru Masehi. “Seharunya malam pergantian tahun ini diisi dengan doa dan ibadah, bukan dengan musik atau petasan. Ini awal baru yang harus disambut dengan kebaikan,” tambahnya.
Pawai obor di Balakang sendiri diprakarsai oleh kelompok pemuda setempat yang menamakan diri mereka sebagai "Pemuda Sulapan Eppa." Kegiatan ini digelar secara swadaya dan melibatkan anak-anak, remaja, hingga orang tua yang ikut serta atau sekadar menyaksikan.
“Saya sangat salut dengan lingkungan Balakang. Ternyata kegiatan perayaan tahun baru Islam di sana itu diprakarsai oleh generasi muda. Ini luar biasa di tengah berbagai tantangan zaman, mereka masih punya semangat untuk menyampaikan nilai-nilai keislaman,” jelasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tradisi tahunan yang tidak hanya menghidupkan syiar Islam, tetapi juga memperkuat solidaritas masyarakat. Melalui momentum hijrah, warga diajak untuk meninggalkan perilaku negatif dan beralih pada akhlak yang lebih baik hijrah maknawi yang relevan sepanjang masa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....